Sumber Daya Air Indonesia Nomor Lima Dunia

Uncategorize - 07/09/2012 02:06

Indonesia adalah Negara yang mempunyai sumber air terbesar kelima didunia, karena mempunyai 3.200 miliar kubik air.

“Jumlah air tersebut didapat dari 7.956 sungai dan 521 danau di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umun (PU) PU, Mohammad Hasan di kantornya, Jakarta, Kamis (6/9).

Walaupun memiliki sumber daya yang fantastis, Hasan mengungkapkan bahwa sampai saat ini kekayaan tersebut belum di manfaatkan sebesar-besarnya oleh masyarakat Indonesia. Terutama, untuk keperluan irigasi dan air baku.

“Sumber daya air yang baru dapat dimanfaatkan itu sekitar 25 persen untuk penyediaan air baku, irigasi, dan kebutuhan rumah tangga perkotaan dan industri,”katanya.

Selain itu, menurut Hasan, dari kebutuhan air untuk lahan irigasi sekitar 7,2 juta hektar yang terlayani baru sekitar 11 persen. “Untuk itu, pembangunan bendungan untuk air irigasi, air baku industri, dan rumah tangga dilakukan pemerintah di berbagai lokasi untuk kapasitas tampungan waduk sekitar 1,5 miliar meter sampai 2014,”ujarnya.

Pensus

Sementara itu, kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sempat menyatakan akan membentuk matriks yang merupakan turunan dari Perpres 33 tahun 2011 tentang Kebijakan Nasional Pengelolaan Sumber Daya Air agar tidak ada diskriminasi di masyarakat untuk mendapatkan air.

Oleh karena itu, pemerintah memutuskan akan membentuk delapan panitia khusus atau pensus agar matriks tersebut dapat segera terealisasi . “Intinya adalah bagaimana air ini bisa diakses oleh seluruh masyarakat tanpa ada diskriminasi dan tanpa ada yang kelebihan dan kekurangan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Hatta menjelaskan, isi matriks tersebut nantinya akan di atur siapa yang mengelola sungai dan pemanfaatan sungai di Indonesia. “Misalkan Menteri Pertanian memastikan seluruh daerah pesawahan teraliri air. Itu salah satu contoh,”ujarnya.

Termasuk juga, menurut dia, sungai-sungai didaerah perbatasan seperti di Malaysia. “Ada laporan bahwa upstreamnya di Malaysia, sehingga ketika Malaysia melakukan penerbangan, aliran dibawahnya menjadi tidak baik. Ini memerlukan penanganan kita,”ujar Hatta.(PR)

comments powered by Disqus