Suku bunga antarbank turun

Ekonomi - 20/02/2012 03:25

           Bisnis Indonesia

     JAKARTA : Penurunan suku bunga di pasar uang antarbank masih berlangsung, seiring dengan berlimpahnya likuiditas perbankan.

     Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A. Johansyah mengatakan kondisi itu terjadi karena banyak dana perbankan yang masih menganggur pada awal tahun ini.Rata-rata suku bunga pasar uang antarbank (PUAB) bertenor semalam pada januari 2012 sebesar 4,37%, turun 18 pion dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

     “Hal itu sejalan dengan kebijakan pelebaran koridor bawah [suku bunga deposit facility] sebesar 50 poin menjadi 200 poin di bawah BI Rate yang berlaku sejak 18 Januari 2012,” ujarnya dalam pesan tertulis kemarin.

      Sementara itu, suku bunga PUAB yang menurun juga diikuti oleh penurunan suku bunga PUAB dengan tenor yang lebih panjang Rata-rata suku bunga PUAB dengan tenor lebih panjang dari overnight pada Januari 2012 berada pada kisaran 4,41% - 4,75%.

      “Persepsi risiko di PUAB pada Januari 2012 tercatat stabil dari bulan sebelumnya. Hal itu tercermin pada rata-rata selisih suku bunga PUAB tertinggi dan terendah yang relatif sama dari bulan sebelumnya 3 poin,” kata Difi.

      Transaksi di PUAB mencerminkan kondisi likuiditas dalam jangka pendek yang seharusnya diikuti penurunan bunga deposito. Namun.kebijakan BI yang menurunkan BI Rate pada Oktober dan November 2011 sebesar 75 poin hanya diikuti penurunan bunga deposito 21 poin dari bulan sebelumnya menjadi 6,35%.

     Dana perbankan diketahui membanjiri deposit facility Bank Indonesia, sebagai dampak dari ekses likuiditas yang berlebih pada awal tahun ini.

    Selain itu, membanjirkan dana tersebut juga disebabkan karena perbankan memindahkan sejumlah likuiditas dari instrumen yang berbunga relatif lebih rendah dan bertenor lebih panjang ke fasilitas simpanan yang lebih menguntungkan dan berjangka waktu pendek.

    Berdasarkan data Bank Indonesia, Penempatan ekses likuiditas pada deposit facility pada Januari lalu naik Rp28,45 triliun menjadi Rp180,96 triliun dibandingkan dengan Desember 2011 yang sebesar Rp152,51 triliun.

    Peningkatan penempatan dana juga terjadi pada reverse repon, instrumen untuk menyerap akses likuiditas Bank dengan jaminan surat berharga negara yang dimiliki oleh Bank sentral. Dalam hal ini, reverse repo meningkat menjadi Rp66,66 triliun dari sebelumnya Rp58,04 triliun.

 

Kesepakatan bunga

     Dalam kesempatan terpisah, kesepakatan bersama yang dilakukan oleh 14 Bank papan atas terhadap batas maksimum bunga deposito perlu ditinjau ulang karena sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini.

     Ryan Kiryanto, Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk, mengatakan kesepakatan 14 Bank besar atas batas maksimum bunga deposito perlu ditinjau ulang karena kondisi suku bunga acuan BI Rate dan bunga wajar penjaminan (LPS Rate) sudah berubah.

     “Apalagi kesepakatan itu juga diragukan efektifitasnya,” ujarnya.

     Pada 2008, perbankan nasional berlomba menawarkan suku bunga deposito hingga jauh di atas BI Rate. Bank sentral kemudian mengumpulkan sejumlah Bank papan atas untuk membuat kesepakatan bersama.

     Bank – bank itu membuat kesepakatan bersama untuk menawarkan bunga deposito maksimum 50 poin di atas BI Rate. Angka itu sejalan dengan bunga penjaminan simpanan yang lalu 50 poin di atas BI Rate.

comments powered by Disqus