Subsidi BBM Bebani APBN

Ekonomi - 07/09/2012 02:05

Rencana Penambahan kuota BBM Subsidi Sebesar 4 Juta Kiloliter

Rencana penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar 4 juta kiloliter (kl) akan menambah beban fiskal dalam Anggaran pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 12 triliun. Asumsinya, satu juta kiloliter setara dengan subsidi sebesar Rp 3 triliun.

Demikian diungkapkan Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementrian Keuangan, Fiskal Kementerian Keuangan, Bambang Broedjonegoro, di Jakarta, Kamis (9/8). Menurut dia, pemerintah sudah memprediksi permintaan kelebihan kuota BBM subsidi.

“Pemerintah sudah menghitung penambahan anggaran melalui outlook besaran dalam APBN dari segi kurs, harga minyak ICP, dan volume BBM subsidi. Yang penting defisitnya tidak melewati 2,3%, bahkan dalam skenario terburuk sekalipun,”katanya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rudi Rubiandini, mengatakan, menghadapi potensi kembali over kuotanya BBM subsidi tahun ini, pemerintah mengajukan tambahan kuota sebesar 4 juta kiloliter kepada DPR. Dengan demikian, total kuota BBM subsidi tahun ini adalah 44 juta kiloliter.

Menurut dia, kuota 44 juta kiloliter itu dicapai setelah adanya penghematan melalui lingkungan kementrian/lembaga melalui larangan penggunaan BBM subsidi oleh kendaraan pelat merah. Tanpa adanya langkah itu, dia memprediksi, kuota BBM tahun ini bisa mencapai 46 juta KL. Pemerintah minta 44 juta KL. Menurut estimasi 46 juta KL. Karena adanya stiker penghematan, jadi 44 juta KL,”katanya.

Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan habisnya kuota APBN-Perubahan 2012 sebesar 40 juta kl. Rudi mengatakan, pemerintah akan menjamin ketersedian BBM sampai akhir tahun.

Saat ini, subsidi energi untuk BBM subsidi dalam APBN-Perubahan 2012 ditetapkan sebesar Rp 137,5 triliun.

Berdasarkan data Permintaan, per akhir Agustus realisasi konsumsi BBM subsidi sudah mencapai 29,32 juta kiloliter. Kuota yang tersisa, 10 juta kiloliter diprediksi akan habis pada November. Rata-rata konsumsi BBM per bulan pada periode Januari-Agustus sebesar 3,6 juta kl.

Per akhir Agustus, konsumsi BBM jenis premium sudah mencapai 18,441 juta kl atau kelebihan 14% dari kuota 16,185 juta kl. Untuk solar dari kuota 9,138 juta kl, realisasi konsumsinya 10,065 juta kl atau kelebihan10%.

Pengalihan kuota

Sementara untuk minyak tanah dari kuota 923.052 kl, realisasinya lebih rendah, yaitu 793.154 kl.

Oleh karena itu, Menteri ESDM, Jero Wacik mengatakan, penambahan kuota BBM subsidi tahun ini akan dititik beratkan pada premium. Ia berharap, DPR sepakat untuk mengabulkan permintaan pemerintah, menambah 4 juta kl kuota BBM subsidi tahun ini.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Evita Legowo mengatakan, tambahan kuota BBM subsidi tahun ini hanya premium dan solar. Pasalnya untuk minyak tanah hingga saat ini konsumsinya masih dibawah banget.

Bahkann menurut dia, jka persetujuan DPR belum turun ketika kuota semakin menipis, pemerintah berencana menggunakan jatah minyak tanah untuk menambah kuota premium. Untuk daerah-daerah tertentu seperti Jakarta, JawaBarat, dan Kalimantan Barat, kuota diprediksi habis pada September dan Oktober.

“Kami sudah mengirim surat ke DPR untuk ketemu dapat tambahan BBM subsidi. Kalau engga minggu ini, ya kami senin ketemu komisi VII,”ujarnya. (PR)

comments powered by Disqus