SRI Mampu Tingkatkan Produksi Padi di Jabar

Ekonomi - 27/02/2012 02:11

GARUT, (PR).-

     Upaya peningkatan produksi padi di Jawa Barat harus dilakukan secara cepat melalui system rice ntertification (SRI). Hal itu sebagai upaya untuk memperbaiki lingkungan ataupun kemampuan produktivitas lahan.

     Kerusakan lingkungan yang parah terjadi pada sejumlah wilayah di Jabar, di antaranya sebagai efek rumah kaca. Selain itu, diduga turut disebabkan perilaku para petani padi di Jabar yang terlalu tinggi menggunakan bahan-bahan kimia,terutama pupuk dan obat-obatan.

     Pengurus Dewan Pemerhati Lingkungan dan Kehutanan Tatar Sunda (DPLKTS) Iwan R Sulanjana di Garut,akhir pekan kemarin menjelaskan,apa yang terjadi tersebut merupakan hasil penelitian sejumlah pemerhati lingkungan dunia pada sejumlah kawasan di Jabar.

     Ia mengakui, tingginya penggunaan pupuk dan obat-obatan kimia yang terus menumpuk residunya, menimbulkan efek yang menyebabkan bolong lapisan ozon dan pantulan yang panas kepada bumi.

     Akibat kondisi itu,tutur dia,menyebabkan efek ketidaknormalan iklim mikro yang dapat berpengaruh kepada kualitas tanaman ataupun situasi yang memungkinkan serangan hama lebih besar. Padahal diperlukan ekosistem yang berimbang dalam suatu lahan, sehingga habitat pada suatu kawasan saling terjaga.

     “Karena itu, produksi padi secara SRI harus semakin di respons oleh para petani padi di Jabar,demi kontinuitas ataupun hasil pendapatan usaha mereka sendiri,” tuturnya di sela-sela diskusi lingkungan kehutanan di Pondok pesantren Nurul Yaqin,kec.Pameungpeuk,Kab.Garut.

      Ia menilai, pembudidayaan padi melalui SRI sangat banyak menggunakan bahan-bahan alami sebagai pupuk.

      “Dalam pemupukan,dapat menggunakan buah-buahan busuk,sisa tanaman,tumbuhan, dan lain-lain,yang dari hasilnya mampu menghasilkan produktivitas padi sampai 18 ton gabah kering pungut (GKP)/ hektare seperti di Kec.Malangbong,Kab.Garut,pada hal semula maksimal 4-5 ton GKP/ha,” katanya.

       Sementara itu,Dinas pertanian Tanaman Pangan Jabar sejak enam tahun terakhir telah menyosialisasikan padi secara SRI. Selain di Wilayah Selatan Jabar,juga kini disosialisasikan di wilayah utara Jabar sebagai sentra produksi padi.

       Menurut Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Jabar,Endang Suhendar,banyak petani telah membuktikan keberhasilan produk padi melalui SRI. Dari semula hasil panen mereka hanya 5-6 ton GKP/ha,di Ciamis ada yang mencapai 9 ton GKP/ha.(A-81)***  

comments powered by Disqus