RUPIAH BERGERAK DALAM KISARAN AMAN

Uncategorize - 25/01/2012 11:48

JAKARTA : Pemerintah akan mengendalikan nilai tukar rupiah agar tidak bergerak jauh di bawah asumsi pemerintah Rp 8.800 per dolar AS, kendati saat ini kurs bergerak pada Rp 9.100 per dolar AS. Sidqy Lego  Pangesthi Suyitno, Direktur Jasa Keuangan dan Analisis moneter Badan perencanaan pembangunan Nasional (Bappenas), mengatakan ekspektasi selama kuartal I sekitar Rp 9.100-Rp 9.200 per dolar AS. Dengan begitu, pergerakan rupiah masih dalam batas aman.


“Diharapkan tidak lebih rendah dari saat ini. Memang jauh dari asumsi makro Rp 8.800 [per US$]. Dana asing masih di atas 60% di pasar keuangan, ini yang membuat kita sulit mengendalikannya,” ujar sidqi kemarin. Kepemilikan asing yang besar di pasar keuangan, menurutnya, akan menimbulkan potensi sudden reversal (pengeluaran dana secara tiba-tiba) dan memengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah. Dia melanjutkan Bank Indonesia perlu melakukan operasi pasar terbuka untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar di pasaran.


Sidqi mengukapkan pihaknya akan mendorong pengembangan invertasi dalam negeri untuk menciptakan stabilitas ekonomi dengan mengurangi kepemilikan asing. Dia menambahkan cadangan devisa saat ini masih pada level yang baik untuk bisa menjaga nilai tukar rupiah dalam jangka pendek. Cadangan devisa yang aman, menurutu dia, berkisar di atas US$ 100 miliar. Adapun cadangan domestik sampai 30 Desember 2011 telah mencapai US$ 110 miliar.


Menurut sidqi, pelemahan rupiah yang terjadi saat ini merupakan hal yang wajar apalagi di tengah merosotnya nilai tukar mata uang Asia lain. Fauzi Ichsan, ekonom senior Standard Chartered, menuturkan rupiah akan melemah hingga ke level Rp 9.400 perdolar AS pada semester I/2012,seiring beralihnya dana iventasi menuju aset safe haven, termasuk dolar AS. “Tapi sementera II/2012 akan menguat ke Rp 8.700 karena dana asing dari cafe haven berpindah ke emergin market,” ungkapnya.   

 

comments powered by Disqus