RI Layak Miliki Pembangkit Nuklir

Ekonomi - 15/02/2012 10:21

           Bisnis Indonesia

      JAKARTA : Indonesia dinilai sudah saatnya memiliki pembangkit listrik berbasis tenaga nuklir untuk menjadi pembangkit alternatif dari yang kini sebagian besar berbahan bakar batu bara.

      Sebegian produsen turbin berbasis nuklir, Hitachi Asia Ltd telah melakukan sejumlah pembicaraan dan penjajakan, tetapi hingga kini Pemerintah Indonesia belum meminta perusahaan asal jepang untuk membangun pembangkit tersebut.

      Hiroyuki Yagi, Chief Refresentation for Indonesia Operation Hitachi Asia Ltd; mengatakan Indonesia sudah saatnya memiliki pembangkit listrik bertenaga nuklir.

      Listrik yang saat ini dihasilkan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dianggap tidak memenuhi kebutuhan kelistrikan dan tidak mampu menjangku seluruh wilayah Indonesia.

      “kami mendukung keinginan Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan power plant mikro bertenaga nuklir,” kata Hiroyuki,kemarin.

      Vice President and Executif Officer Hitachi Ltd and Hitachi Grouf Chief Environmentar Strategy Officer Shigeru Azuhata mengemukakan, pihaknya ingin menyinergiskan teknologi yang dimiliki dengan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

       Pada kesempatan terpisah,Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan Tomo Wind Energy dari Jepang mengembangkan teknologi turbin angin Tomonokaze untuk menghasilkan energi angin yang lebih kuat. Teknologi itu mampu membuat turbin bisa berbuat cepat, meski dengan kecepatan angin 3-6 meter per detik, dan memberi daya listrik yang juga lebih besar.

       Marzan A. Iskandar, kepala BPPT, menuturkan teknologi turbin dari jepang tersebut mampu membangkitkan listrik lebih baik lagi dengan kondisi kecepatan angin yang rendah seperti di Indonesia.

      Di Indonesia misalnya, situasi angin bisa berubah-ubah,tetapi dengan kecepatannya berkisar 3-6 m/detik, sementara di Eropa rata-rata kecepatan anginya sampai 12 m/detik, Energy angin, bisa dipakai untuk menembah daya listrik yang bermanfaat bagi masyarakat banyak.(06)

comments powered by Disqus