Reli Kota Keliling Bandung

Uncategorize - 02/04/2012 04:49

Sebanyak 86 peserta dengan menggunakan mobil yang didominasi jenis sedan dan beberapa sprot utility vehicle atau SUV , meramaikan kegiatan otomotif bertajuk kadin bandung city rally 2012. Minggu (18/3). Event yang digagas oleh kadin kota badung dan otello racing club serta didukung oleh HU pikiran rakyat ini difasilitasi oleh IMI Jabar yang getol melakukan pembinaan prestasi.

 

Peserta memulai seluruh proses lomba otomotif tersebut dari halaman balai kota,Jalan Wastukancana Bandung dengan pengibaran bendera start dilakukan oleh para jajaran pengurus Kadin Kota Bandung, Rute yang ditempuh meliputi beberapa jalur utama kota serta titik pos yang telah ditentukan oleh penyelenggara.

 

Rute awal berupa pemanasana selama lima puluh menit pertama adalah menempuh jarak 5,2 kilometer dari zero trip di sekitar jalan setiabudhi melalui wastakancana, riau, Lingkar Selatan serta lajur protokol lainnya. Dua jam berikutnya adalah rute kecepatan dengan pengaturan tempo 11,22 kilometer perjam dari setiabudhi kembali ke Jalan Pelajar Pejuang ’45 hingga pos terakhir di kawasan Jalan Talagabodas.

 

“Waktu tempuh diselaraskan untuk mencapai beberapa titk pemberhentian, peserta juga diharuskan menaati seluruh rambu-rambu lalu lintas serta aturan yang berlaku selama dalam proses lomba. Beberapa petunjuk dikemas berupa fun games yang mendidik dan menghibur,” ujar Andi Bamba, pimpina lomba.

 

Berbeda dengan ajang balap yang mengutamakan adu cepat mencapai garis finish, olah raga otomotif ini lebih dituntut bijak dalam mengemudikan mobil sekaligus bersikap pandai mencapai beberapa titik yang wajib dikunjungi, lengkap dengan kepintaran dan kejelian menentukan kecepatan rata-rata untuk mencapai beberapa tujuan antara hingga ke titik akhir.

 

Seperti yang dikemukakan Ketua OC (Organizing Committee), Iskandar Hamzah, lomba yang dibagi untuk kelas umum dan pemula ini, dirancang serius tanpa harus meninggalkan kesan fun dan enjoy saat menjalaninya. Menyusuri seputar Kota Bandung untuk lebih mengenal seluk beluk kota  dengan banyak predikat ini, termasuk wisata factory outlet dan kulinernya.

 

Tentu saja tak bisa dilepaskan dari upaya promosi wisata. Beberapa peserta juga berasal dari luar kota, yang dapat menjadi alat ampuh sebagai corong penyampai saat mereka kembali ke kota asal dan menceritakan kesan menyenangkan selama berwisata sambil mengikuti city rally. Sejumlah objek wisata berupa bangunan bersejarah hingga tempat wisata kuliner, ditentukan untuk menjadi titik kunjungan.

 

“Tak kurang pentingnya adalah menanamkan sikap saat berkendaraan di jalan raya. Disiplin serta tertib berlalu lintas mutlak diperlukan sehingga suasana kota yang diharapkan lebih lancer dan nyaman, setidaknya bisa dimulai dari diri sendiri,” tutur Iskandar yang terus mengevaluasi kegiatan tersebut dan jika dinilai sukse akan menjadikannya  sebagai  kegiatan tahunan.  

 

Sumber : Pikiran Rakyat , 21 Maret 2012

comments powered by Disqus