Ramadan, Penumpang Travel Alami Penurunan

Ekonomi - 26/07/2012 03:41

 BANDUNG, (PR)

           Memasuki bulan Ramadan dan Lebaran, jumlah penumpang travel rute Bandung– Jakarta dipastikan akan mengalami penurunan. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, diperkirakan penumpang mereka akan turun 30% dibandingkan dengan hari-hari biasa.
         “Saat ini belum mulai terasa, okupansi rata-rata masih 70%an. Biasanya memasuki minggu kedua, jumlah penumpang tiba-tiba menurun secara drastis,” ujar Ketua Himpunan Pengusaha Travel (Hipatra) Bandung, Andrew Aristianto, kepada “PR”, Rabu (25/7).
      Menurut Andrew, tidak seperti pada moda transportasi lain, bisnis travel Bandung –Jakarta tidak pernah mengalami lonjakan penumpang arus mudik. Sebaliknya, setiap memasuki puasa dan menjelang Lebaran, jumlah penumpang mereka justru menurun.
     Penurunan penumpang tersebut merupakan siklus tahunan yang selalu terjadi setiap puasa dan Lebaran. Andrew menduga hal tersebut berkaitan dengan segmen pasar travel Bandung,-Jakarta yang mayoritasnya adalah para karyawan perusahaan. Sehingga ketika acara-acara pertemuan (meeting) banyak berkurang saat bulan puasa, penggunaan travel juga ikut berkurang.
     “Biasanya, jumlah penumpang baru pulih lagi seperti biasa ketika cuti bersama Lebaran sudah habis. Kurang lebih seminggu setelah hari Lebaran, “katanya.
        Sekalipun terjadi penurunan penumpang, menurut Andrew, perusahaan travel tetap menjalankan semua armada seperti biasanya.  Saat ini kurang lebih ada 600 armada yang dioperasikan rutin, menjalani waktu keberangkatan yang sudah dijadwalkan sebelumnya.
      Menyinggung kemungkinan armada travel dicarter untuk angkutan mudik, Andrew mengatakan, sampai saat ini belum ada armada travel dicarter, paling tidak untuk armada travel Bandung-Jakarta. Spesifikasi kendaraan travel diduga kurang cocok untuk kebutuhan mudik. Karena biasanya armada yang disewa untuk mudik adalah kendaraan berukuran besar seperti bus yang bisa memuat banyak penumpang.
      Berkaitan dengan kondisi travel di jurusan lainnya, Andrew mengaku belum memiliki informasi mengenai hal tersebut. “Boleh jadi untuk travel ke arah timur saat ini mengalami kenaikan. Begitu pun untuk travel khusus Bandung-Cengkareng, kemungkinan tidak terjadi penurunan. Karakteristik penumpangnya memang beda-beda,”katanya.(A-135)***  
 
 

comments powered by Disqus