Pemprov Sumbang Rp.100 Juta untuk Mushika ITB

Uncategorize - 28/08/2012 03:37

Mobil Mushika One MNC Formula Society of Automotif Engineers International (FSAE) Institute Teknologi Bandung (ITB) siap berlaga di ajang balap mobil antar mahasiaswa tingkat Internasional di Jepang, 3-5 September mendatang. Kemarin, mobil buatan mahasiswa ITB ini diuji coba oleh Gubernur JawaBarat Ahmad Heryawan. “Mantap mobil ITB ini,” katanya sambil mengacungkan jempol saat naik mobil Mushika di kampus ITB, Jalan Ganesha, kota bandung kemarin.

Orang No Satu di Jabar tidak mengemudikan mesin 600 cc CBR 600 RR supersport tersebut. Dia hanya menaiki mobil dan menyalakan mesinnya. Pedal gas terus di mainkan sampai terdengar gemuruh suara mesin. Menurut dia, mobil berwarna merah putih itu menjadi bukti kemampuan orang Indonesia membuat mobil canggih. Dia juga mendukung lomba yang akan diikuti mahasiswa dengan memberikan bantuan dana.

“Kami akan memberika RP.100 juta  untuk mhusika ITB, kalau masih ada kekurangannya nanti dicari lagi. Pemerintah harus memberikan dukungan,”ujar Heryawan.

Selanjutnya, Gubernur menantang siswa untung merancang mobil yang bisa digunakan masyarakat. Tak hanya mendukung produksi pangan di Jabar, dia juga berharap mahasiswa ITB membuat traktor ntuk para petani. “kalau memang harganya lebih murah dari produk luar negeri dan kualitasnya bagus, tentunya akan kami beli,”ucapnya.

Ketua Tim Musthika ITB Tri Aghna Satriya mengatakan, mobil ini sebelumnya pernah di uji coba mulai dari pengereman, gas, dan setting-an lainnya. Hasilnya mobil dalam posisi bagus.”Dicoba muter di kampus sudah lancar. Kami yakin bisa jadi yang terbaik, optimistis saja untuk lomba nanti,”ujarnya.

Menurut dia dengan mengikuti FSAE di Jepang menjadi ajang belajar bagi para mahasiswa, karena dalam lomba tersebut mahasiswa harus membuat mobil sendiri. Dia mengakui sulitnya membuat mobil mhusika, namun akhirnya tim dapat menyelesaikan.”Dulu kami berfikir tidak akan bisa membuat mobil balap, tapi pada buktinya sekarang kami bisa,”kata Tri.

Rector ITB Akhmaloka menambahkan dengan mengikuti FSAE mahasiswa dapat terus mengembangkan berbagai produk kreaktif, sehingga mahasiswa tidak hanya belajar teori, melainkan juga dapat menghasilakan sesuatu.”Meski Mhusika sudah baik, namun kami belum puas sehingga harus terus dilakukan pengembangan sehingga mahasiswa bisa jadi engineering yang handal,”katanya. (BI)

comments powered by Disqus