Pemerintah Revisi Pertumbuhan Ekonomi

Ekonomi - 14/08/2012 11:44

                Memburuknya krisis ekonomi global saat ini memaksa pemerintah merevisi pertumbuhan ekonomi tahun 2013 yang semula 6,8-7,2% menjadi turun 6,8-7%.

“Jadi, akan ada di batas bawah kisaran 6,8-7%,” ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Jakarta, Selasa (14/8).
Menurut Agus, target 6,8-7,2% ditetapkan pemerintah dan DPR saat situasi perekonomian dunia menunjukkan sinyal positif. Misalnya, proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia yang diproyeksi naik dari 3,5% pada 2012 menjadi 4,1% pada 2013. Namun, proyeksi Juli dikoreksi ke tingkat 3,9% pada 2013.
Dia menambahkan, dalam pembicaraan pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2013, pemerintah dengan DPR bersepakat mengusung target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6,8-7,2%. “Sepertinya tidak mungkin yang batas atas (7,2%),” ujarnya.
Menurut dia, hal tersebut akan menjadi salah satu pembahasan yang akan disampaikan pemerintah melalui presiden dalam nota keuangan 2013. Nota itu sebagai acuan pembahasan APBN 2013 yang akan dilakukan pemerintah dan DPR pada akhir tahun ini.
Kementerian Keuangan optimis pertumbuhan ekonomi pada 2013 dapat mencapai kisaran 6,8-7%.
Agus juga mengungkapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam RAPBN 2013 diusulkan lebih rendah daripada asumsi yang ditetapkan dalam APBN-P 2012.
Dalam APBN-P 2012, asumsi ICP ditetapkan 105 dolar AS per barel. Asumsi tersebut dikatrol dari asumsi ICP dalam APBN 2012 yang sebelumnya ditetapkan 90 dolar AS per barel.

Dengan demikian, dari kisaran 95-120 dolar AS per barel yang disepakati pemerintah dengan DPR, asumsi ICP dalam RAPBN 2013 diproyeksi pada kisaran 95-100 dolar AS per barel.                            

comments powered by Disqus