Pemerintah Bangun Empat Bandara

Ekonomi - 31/08/2012 01:22

Nilai Proyek Capai U$$1,35 Miliar

Pemerintah mempersiapkan pembangunan empat bandara yang ditargetkan dapat beroperasi pada 2016 dengan nilai proyek U$$1,35 miliar.

Keempatnya ialah Bandara Banten Selatan, Bandara Internasional Kartajati JawaBarat, Bandara Internasioanal Lonporogo Yogyakarta, dan Bandara Bali Baru. Pembangunan keempatnya akan ditawarkan kepada swasta melalui skema public privet partnership atau kerjasama pemerintah swasta (KPS).

Menteri Negara Perencanaan dan Pembangunan Nasioanal (PPN)/Kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasioanal (Bappenas) Armida Alisjahbana mengatakan dalam rencana PPP pada proyek infrastuktur di Indonesia 2012, ada empat bandara baru yang akan dibangun.

“Dari keempat bandara itu, Bandara Banten Selatan masuk prioritas, sedangkan yang lainnya yakni Kertajati, Kulonprogo, dan Bali Baru atau Bali Utara masuk proyek potensial,” kata Armida dalam Indonesia Infrastructure Summit 2012.

Dalam paparan proyek KPS, Armida menyebutkan ada 58 proyek yang masuk skema public privet partnership senilai total U$$51,20 miliar, termasuk pembangunan empat bandara baru.

Porsi terbesar dari keseluruhan proyek yang ditawarkan berupa pembangunan 14 ruas jalan tol senilai U$$33,14 miliar disusul pembangunan enam pembangkit listrik senilai U$$6,47 miliar.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan keempat bandara baru itu diusulkan oleh beberapa pihak.

Bandara Banten Selatan merupakan inisiatif pemerintah daerah, dan masuk khawasan ekonomi khusus (KEK). Bandara Kartajati juga diusulkan pemda.”Kementrian Perhubungan akan fasilitasi perizinan.

Direktur kebandarudaraan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Bambang Tjahyono mengatakan Bandara Kulonrogo Yogyakarta diusulkan oleh PT Angkasa Pura I, dan Bandara Bali Utara diusulkan oleh swasta.

Prioritas

Dari empat bandara tersebut, Bandara Banten Selatan sebagai satu-satunya proyek prioritas. Sebelum kategori proyek prioritas, ada kategori proyek siap (ready project) atau sudah masuk masa penawaran atau tender. Adapun proyek prioritas satu tingkat dibawahnya, namun sudah memasuki masa study kelayakan.

Bandara Banten Selatan dengan tahap dua pembangunan itu diperkirakan mampu menampung 12 juta penumpang. Pertama pembangunan landas pacu, apron, terminal penumpang 21.480 m2. “Saat ini sudah memasuki masa prefeasibility studies. Pemerintah akan membantu dalam hal  penyediaan lahan.

Adapun tiga bandara lainnya masuk category proyek potensial yakni untuk jangka waktu menengah.(GM)

 

comments powered by Disqus