Pemda Harus Serius Tangani IKM makanan & Minuman

Uncategorize - 10/01/2012 10:26

BANDUNG, (PR).-

          Pemprov Jabar dinilai perlu segera membuat pola pengaman yang lebih serius, dalam pengembangan IKM (industri kecil menengah) Produsen mamin ( makanan dan  minuman ) di Jawa Barat. Terutama dalam  mengamankan  pasar lokal, dari serbuan produk mamin impor negara-negara tetangga.

          “Saat ini mungkin Malaysia yang paling agresif impor maminnya ke negara kita naik sampai  400%. Jika tidak segera diantipasi, pasar lokal hanya akan diisi oleh produk mamin negara-negara tetangga, “ ujar Wakil Ketua Kadin Jabar, Bidang Pemberdayaan UMKM, Koperasi dan  kemitraan, Iwan Gunawan, Selasa (10/1).

          Apalagi, menurut dia, dengan  masuknya investor asing yang akan membuka beberapa industri pengolahan makanan berbasis agro di Jabar, akan semakin membuat IKM mamin terpinggirkan. Artinya jika tidak ada campur tangan kebijakan pemerintah daerah, bukan tidak mungkin IKM mamin hanya jadi penonton di daerahnya sendiri.

          Padahal secara potensi, Jabar memiliki  kekayaan keanekaragaman mamin yang sangat besar . Mulai dari dodol di Cililin, kerupuk begadang di Garut, sampai pada pindang ikan nila di Bongas. Sejauh ini potensi tersebut kurang berkembang baik, karena IKM memiliki banyak  keterbasan.

          “Kebijakan yang dibutuhkanuntuk penanganan IKM mamin, pada dasarnya adlah kebijakan yang bisa menjadi jalan keluar untuk IKM dari keterbasannya. Mulai dari keterbasan kapasitas SDM, teknologi produksi, permodalan, legal aspek, hingga akses pasar, “katanya.

Menurut Iwan hal-hal yang menjadi masalah IKM tersebut, sebenarnya sudah ada jalan pemecahannya. Misalnya masalah permodalan sudah mulai banyak tertangani, begitupun dalam hal produksi ada beberapa perguruan tinggi yang bisa menydiakan teknologinya.

Sementara manager Badan Promosi Pengelola Keterkaitan Usaha (BPPKU) Kota Bandung, Bambang Trisbintoro juga mengatakan hal serupa. Bandung yang dikenal sebagai tempat yang sangat kreatif dalam hal produk makanan dan minuman, tetapi IKM maminnya tidak memiliki perhatiaan yang memadai dari pemerintah setempat.

Di antaranya dalam penyediaan outlet untuk memperkenalkan produk IKM mamin, relatif tak ada perhatian yang mencukupi. Sampai-sampai karena desakan keadaan, secara alami terbentuk pasar-pasar darurat khusus mamin.

Misalnya, menurut dia, sentra penjualan kue basah di Buahbatu dan di depan pasar Kosambi Jln. Ahmad Yani (hanya buka di pagi hari). “Itu pun tetap tak mampu memunculkan adanya kebujakan dalam penanganan lebih serius terhadap IKM kue basah, “katanya.

comments powered by Disqus