Konsumsi Premium Naik 200 %

Ekonomi - 15/08/2012 12:35

   Pada Puncak arus mudik Lebaran tahun ini, permintaan premium di beberapa titik statiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Jawa Barat diprediksi mencapai 200% konsumsi normal. Lonjakan konsumsi premium terutama di titik – titik kritis jalur mudik, seperti Cikampek, Indramayu, dan Nagreg.
Demikian di ungkapkan General Manager Fuel Retail Marketing Region III Jawa Bagian Barat ( DKI Jakarta, Jabar, Banten ) Hasto Wibowo, di Gedung Pertamina Region III Unit Pemasaran Cabang Bandung, Jln. Wirayudha, Bandung, Senin (13/8) malam.
   Menurut dia, kenaikan permintaan terjadi pada H-7 sampai H+7, dengan periode puncak pada H-3 Lebaran. “ Dibeberapa depot Pertamina, seperti di Balongan, Tasikmalaya, dan Merak, kenaikan permintaan bisa mencapai 85% hari normal. Untuk Depot  Ujungberung, kenaikan permintaan mencapai 60%,” tuturnya.
Pertamina memprediksi, rata – rata konsumsi premium di willayah Jakarta, Jabar, dan Banten pada H-5 sampai H+5 Lebaran mencapai 29.240 kilometer ( KL)/hari. Besaran konsumsi  tersebut naik 33% dibandingkan hari normal yang rata – rata 21.985 KL/hari.
   Sementara untuk solar, konsumsi pada periode tersebut diperkirakan 1.815 KL/hari  atau turun 80% dibandingkan rata – rata konsumsi normal 9.077 KL/hari. Menurut Hasto , penurunan konsumsi dimungkinkan terjadi karena tidak beroperasinya truk – truk industri pada periode Lebaran.
   “Berbeda dengan premium , lonjakan permintaan solar justru terjadi sebelum H-7 dan sesudah H+7 Lebaran. Dibeberapa depot tertentu, lonjakan permintaannya bisa mencapai 35% dibandingkan hari normal,” kata Hasto.
   Kendati terjadi lonjakan, Pertamina menjamin pasokan bahan bakar minyak (BBM) selama Ramadhan dan Lebaran.         Bahkan, saat itensitas kemacetan mudik mencapai puncaknya, Hasto menjamin, pasokan BBM tidak terganggu. Menurut dia stok BBM di depot – depot Pertamina di Jakarta, Cikampek, Balongan, Tasikmalaya, Ujungberung, dan Padalarang mencukupi untuk kebutuhan lebih dari enam hari.
   Elpiji
   Sementara itu, untuk elpiji 3 kg, menurut Hasto, kenaikan permintaan pada periode H-10 sampai
H+10 Lebaran mencapai 7% dari 4.837 metricton (MT/ hari menjadi 5.176 MT/ hari). Elpiji 12 kg kenaikannnya diprediksi sebesar 1 % dari rata – rata 1.109 MT/hari menjadi 1.120 MT/hari).
   Khusus elpiji 50 kg dan elpiji industri, permintaannya akan turun 5% dari 396 MT/hari konsumsi normal menjadi 377 MT/hari. Penurunan konsumsi terjadi karena liburnya aktivitas sebagian besar industri selama periode libur Lebaran.
“untuk elpiji, kebutuhan normal di wilayah Jabar, Jakarta, dan Banten sekitar 5.500 MT/hari dan bisa mencapai 6.000-6.200 MT/hari pada libur Lebaran. Dari segi pasokan, kami menjamin sampai dengan 6.900 MT/hari . Bahkan , dengan stok tangki, 9.000 MT/hari juga kami mampu,” ujarnya .
  “Untuk menjamin pasokan kami sediakan elpiji 3 kg di SPBU,” ujarnya    

comments powered by Disqus