Kemendag Prediksi Harga Lima Komoditasi Naik

Ekonomi - 04/07/2012 04:21

 Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkirakan tingkat konsumsi masyarakat jelang bulan Ramadan akan meningkat. Bertambahnya konsumsi itu akan mendorong kenaikan harga, utamanya terjadi pada lima komoditas seperti daging, susu, beras, cabai, dan gula pasir.


“Ramadan itu bulan untuk menahan diri, tetapi pada kenyataannya konsumsi malah meningkat,” ucap Wakil Menteri Perdangan Bayu Khrisnamukti, saat konferensi pers kinerja ekspor impor Mei 2012 serta persiapan jelang bulan Ramadan, di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (3/7).
Ia mengatakan, karena meningkatnya konsumsi tersebut, maka harga-harga juga akan meningkat, terutama harga daging.”Kita kan mengurangi impor daging, jadi wajar kalau harga daging mengalami kenaikan sebelum Ramadan dan Lebaran,”tuturnya.


Bayu menambahkan, Kementerian Perdagangan selalu mengamati harga sembako di seluruh kota dan pelosok Indonesia. Menurut dia, saat ini produksi beras relatif stabil di seluruh Indonesia. “ini berdasarkan pemantauan Kementerian Perdagangan dari Dinas Provinsi yang membidangi bahan pokok,”tutur Bayu.
Menurut Bayu, pergerakan harga daging sapi akan cenderung naik menjelang bulan Puasa. Hingga akhir Juni 2012, harga daging sapi mencapai Rp. 74.373 per kilogram dan diperkirakan akan terus naik.
Jelang Ramadan dan Lebaran, menurut dia, Kementerian Perdagangan akan melakukan rapat koordinasi dengan pelaku usaha, mengerahkan pemda untuk pemantauan harga, dan membentuk posko bahan pokok yang dibawahi Kementerian Perdagangan.


Bayu menambahkan akan ada pasar murah yang akan digelar Kementerian Perdagangan dengan menggunakan mekanisme pasar murah yang terfokus kepada masyarakat kelas bawah.”Jadwal pasar murah 2012 rencananya akan digelar per 3 juli 2012, untuk informasi silakan menghubungi ke 081314677805,”tutur Bayu.
Sementara itu, untuk mengantisipasi melonjaknya penggunaan dagang menjelang Lebaran, menurut Bayu Khrisnamukti, pemerintah akan menambah stok daging sapi melalui impor. Impor daging sapi, yang dijadwalkan masuk pada semester II-tahun 2012 pun akan dipercepat.


Menurut dia, dilihat berdasarkan neracanya, proyeksi pasokan daging yang ada sulit memenuhi kebutuhan daging di masyarakat. “Untuk menyiasatinya akan bekerja sama dengan beberapa instansi terkait, khususnya Kementerian Pertanian,”kata Bayu.


Lain halnya dengan pernyataan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Deddy Saleh, yang menyatakan saat ini tidak ada alasan untuk melakukan penambahan impor daging sapi.
“Menurut data yang diperoleh Kementerian Pertanian, stok sapi masih cukup untuk memenuhi permintaan konsumen hingga Lebaran, jika kurang pemerintah akan berusaha mencari alternatif sumber lain tanpa menaikkan kuota impor daging sapi,”ucap Deddy.(A-68/okezone)***

comments powered by Disqus