Kadin Usul Harga BBM Naik

Ekonomi - 26/01/2012 02:12

JAKARTA, (PR).-

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengusulkan agar Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi Rp 1.000-Rp 3.000 per liter. Besaran kenaikan harga ditetapkan berbeda-beda, sesuai dengan golongan kendaraan motor. “untuk sepeda motor, kendaraan roda tiga, kendaraan umum jenis taksi, dan angkutan umum roga empat, termasuk mobil operasional UMKM (usaha mikro kecil menengah),kenaikan harganya Rp 1.000 per liter,” ujar ketua umum Kadin, Suryo Bambang Sulistyo dalam keterangan tertulisnya, rabu (25/1).

Dengan demikian, harga BBM subsidi untuk golongan tersebut Rp 5.500 per liter. Sementara itu, untuk kendaraan roda empat lainnya, termasuk mobil dinas, mobil pribadi, dan taksi eksekutif,kenaikan harga diuslkan Rp 3.000 per liter, menjadi Rp 7.500 per liter.

Menurut dia, usulan tersebut disampaikan, mengingat kecendrungan harga minyak dunia yang terus menanjak. Namun, Kadin memberikan cacatan agar penghematan subsidi yang terjadi dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, pembedayaan UMKM, dan pengentasan kemiskinan.

“kalu harga sekarang terus di pertahankan, akan membebani APBN. Dikhawatirkan, Pemerintah akan sulit menjalankan funngsi dan perannya dalam upaya meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat,” tuturnya.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Pasundan, Acurviarta Kartabi menilai, kenaikan harga BMM subsidi hingga Rp 3.000 per liter terlalu tinggi. Apalagi, jika pukul rata untuk semua kendaraa pelat hitam, kecuali mobil operasional pelaku UMKM. “pada dasarnya saya sependapat, harus ada klasifikasi. Apalagi,untuk kendaraan mewah, mobil dengan CC tinggi, dan pemilik kendaraan yang memiliki lebih dari dua mobil,harusnya bahkan lebih dari Rp 7.500 per liter. Akan tetapi, kalau di pukul rata kenaikan Rp 3.000 terlalu signifikan, lebih dari 60%, katanya.

Dengan asumsi harga minyak mentah pada kisaran 120 dolar AS-130 dolar AS per barel, menurut dia, kenaikan harga yang rasional maksimal Rp 1.000 per liter. Angka ini di nilai aman karena secara psikologis harga BBM subsidi pernah Rp 6.000 per liter. Khusus untuk pelaku UMKM dan kendaraan umum, juga sepedah motor, ia sependapat jika kenaikan harganya harus lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan harga untuk mobil plat hitam. Akan tetapi, menurut dia, hambatannya agak sulit membedakan mobil pelaku UMKM di lapangan. Di sini lain, ia juga mempertanyakan kesiapan dari anggota Kadin menghadapi besaran kenaikan harga BBM yang di usulkan Kadin. Apalagi, dengan usulan kenaikan yang cukup besar hingga mencapai 67%, walaupun diberlakukan khusus untuk kendaraan pribadi.

comments powered by Disqus