Indonesia Nomor Empat Dunia

Ekonomi - 25/09/2012 04:02

Untuk Pertumbuhan Investasi

Indonesia semakin menarik bagi investor asing. Berdasarkan data dari The United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) yang dipublikasikan pada 2012, menempatkan Indonesia diurutan ke 4 dunia dalam pertumbuhan investasi.

“Indonesia berada diurutan keempat setelah China, Amerika Serikat, dan India. Ini sangat dasyat,”kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa di Hotel Milennium, New York, sensasi mengikuti briefing oleh President Susilo Bambang Yudhoyono .

Hatta mencontohkan, investasi di Indonesia, misalnya, investasinya harus meningkat dari tahun ke tahun. Dipastikan investasi AS di Indonsia pada 2012 melebihi 1,7 miliar dollar AS, diluar bidang pertambangan dan minyak. AS, pada 2010 lalu, terlempar ke posisi 7 dalam jumlah investasi di Indonesia, pada 2011, menempati peringkat ke empat setelah Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.

Hatta hadir di New York mendampingi president untuk menyampaikan pidato pada Sidang Umum Majelis Umum PBB dan kegiatan Indonesia “Investment Day”.

“Ini di luar investasi di mineral, pertambangan, dan minyak. Kalau pertambangan dan minyak dimasukkan,AS bisa nomor 1. Chepron saja sudah investasi sampai miliaran dolar,”kata Hatta.

Pada awal 2012 hingga mei, investasi di Indonesia sudah mencapai 900 juta dolar AS.

Nilai investasi di Indonesia meningkat tajam. Bahkan , pada 2011 terjadi peningkatan investasi sebesar 20% yang merupakan pertumbuhan tertinggi dalam sejarah, yaitu menjadi 19 miliar dolar AS. Pada 2012 diperkirakan investasi diatas 20 miliar dolar dan pada 2013 diperkirakan sudah mencapai 30 miliar dolar AS.

Peningkatan investasi inilah yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih sangat baik diatas 6%. Pada 2013, pertumbuhan ekonomi diperkirakan 6,8% yang perinciannya dari kontribusi 3,2% dari pertumbuhan investasi, 2,9% dari pertumbuhan konsumsi, dan sisanya dari pertumbuhan ekspor dan impor dan APBN.

Meningkatnya investasi di Indonesia ini tumbuh juga dipengaruhi program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang telah dicanangkan pemerintah. Anggaran untuk proyek MP3EI ini sampai 2015 diperkirakan Rp 4.000 triliun. Tahap pertama dibutuhkan Rp 1.000 triliun. “Dalam rapat dibogor beberapa waktu lalu, saya ketuk palu bahwa sumber anggaran (investasi) dari Rp 1.000 triliun itu, 15% nya dari APBN, sisanya dari full investment dan swasta nasional,”kata Hatta.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)  mencatat total realisasi investasi selama kuartal II 2012 mencapai Rp 76,9 triliun. Dari jumlah itu berasal dari realisasi penanaman modal asing (PMA) Rp 56,1 triliun.

Adapun berdasarkan asal Negara, lima investor asing terbesar yaitu, Singapura 0,8 miliar dolar AS, disusul Amerika Serikat 0,7 miliar dolar, Australia 0,6 miliar dolar, Jepang 0,5 miliar dolar dan Korea Selatan 0,5 miliar dolar. (PR)

comments powered by Disqus