Harga Produk Berpotensi Naik 10% Akibat Tarif Listrik

Ekonomi - 25/09/2012 03:59

Kalangan pemasok kalangan modern dan paritel memperkirakan harga jual produk akan naik 10% sebagai imbas dari peningkatan tarif listrik 15% pada tahun depan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Pemasok Pasar Modern Indonesia (AP3MI) Susanto mengatakan kenaikan tarif listrik dipastikan membuat biaya operasional industri meningkat.

“Harga barang pada akhirnya akan naik juga. Pemasok masih menunggu dari industri soal harga barang,”katanya kepada Bisnis di Jakarta.

Dia mengatakan keputu dan pemerintah menaikan tarif listrik akan menimbulkan efek domino seperti mengerek biaya distribusi dan upah pekerja.

Kalangan industri, lanjutnya, tidak punya pilihan lain selain menaikan harga jual produk guna menyiasati peningkatan biaya produksi.

Susanto mengatakan kenaikan harga jual produk kemungkinan akan terjadi pada awal tahun depan ketika kebijakan itu mulai berjalan. “Kami memperkirakan harga barang hingga akhir tahun masih stabil.”

Wakil Sekjen Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (Aprindo) Satria Hamid Ahmadi mengatakan kenaikan harga barang tidak bisa terhindarkan lagi.

Menurutnya, harga kebutuhan pokok masyarakat merupakan yang paling rentan naik akibat kebijakan penaikan pemerintah tersebut. “Kami khawatir kenaikan harga barang akan memukul daya beli masyarakat.”

Dia mengatakan kondisi perekonomian yang relative stabil saat ini membuat daya beli dan pola konsumsi masyarakat menjadi terjaga.

Apabila harga produk naik, lanjutnya, terbuka kemungkinan daya beli masyarakat menjadi terpukul karena beban pengeluarannya ikut meningkat. “Pada akhirnya akan berimbas kepada naiknya inflasi.”

Ade Sudrajat, Ketua Asosiasi Perstektilan Indonesia (API),menuturkan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) sudah berancang-ancang menaikan harga jual produk sekitar 10%.

“Produsen tidak bisa menahan harga jual ditengah peningkatan biaya produksi,”ujarnya.

Ade mengatakan listrik merupakan salah satu komponen penting dalam proses produksi industri tekstil. Bahkan, lanjutnya, listrik memiliki kontribusi yang sangat besar dalam struktur biaya produksi secara keseluruhan.

Dia memberi contoh biaya listrik dalam industri pemintalan mencapai 18,5% terhadap keseluruhan biaya produksi, sedangkan untuk industri pertenunan dan pembuatan serat kontribusi biaya listrik masing-masing 14,4% dan 25% terhadap total.

Menurutnya, beban industry TPT akan semakin meningkat karena setiap tahun upah minimum provinsi UMP selalu naik pada kisaran 6%-11% per tahun. (BI)

comments powered by Disqus