Harga Ayam Kembali Naik Rp 5.000

Ekonomi - 13/09/2012 02:04

Para pedagang ayam saat ini, mengalami kondisi yang kurang menguntungkan setelah penjual ayam pada level peternak kembali melejit.

Ketua Perhimpunan Pedagang Ayam Bandung (PPAB), Yoyo Sutarya, mengatakan, sejak satu pekan terakhir, harga jual ayam pada level peternak kenaikannya mencapai Rp 5.000 per ekor.

“Pekan lalu, harga jual ayam pada level peternak, Rp 11.000 per kg. Kini harga jual nya naik menjadi Rp 16.000 sampai Rp 16.500 per kg setiap ekornya. Kenaikannya sangat tinggi dan ini sangat meresahkan para pedagang.

Pada saat harga jual level peternak masih sekitar Rp 11.000 per kg, kata Yoyo, harga jual pada level pedagang sudah mencapai Rp 22.000 per ekor.

Padahal idealnya, setelah naik menjadi Rp 16.000 per kg setiap ekornya, harga jual pada level pedagang minimal Rp 24.000 per kg.

Akan tetapi, para pedagang sulit menaikannya. “Faktanya meski harga jual pada level peternak naik jadi Rp 16.000 per kilo setiap ekornya, harga jual ayam di level pedagang tetap sekitar Rp 22.000 per kilogram. Kondisi itu membuat para pedagang rugi,”ujarnya.

Yoyo mengaku tidak mengetahui secara jelas faktor yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga jual ayam pada level peternak. “Pihaknya mendapat informasi bahwa alasan para peternak, kenaikan tersebut akibat stok yang minim.

Alasan itu menurutnya kurang logis mengingat paska Lebaran, tidak ada lagi momen yang membuat tingkat kebutuhan ayam melejit.

Yoyo menilai, tidak tertutup kemungkinan, para pedagang pun menaikan harga jualnya untuk menutupi kerugiannya. Namun hal itu tentunya berimbas pada daya beli konsumen.

Ia berpendapat, pada dasarnya, para pedagang pun paham apabila kenaikannya wajar, misalnya kenaikannya menjadi Rp 13.000-14.000 per kg setiap ekornya.

‘Nah, kenaikan jadi Rp 16.000 per ekor setiap kilogramnya membuat para pedagang resah. Karenanya, kami minta para peternak besar untuk menurunkan harga jual ayam agar tercipta stabilitas harga,”kata Yoyo.

Dalam hal ini, imbuhnya, peran pemerintah pun diperlukan, yaitu melakukan berbagai upaya stabilitas harga.

“Lakukan pengawasan secara langsung kepada peternak agar dapat melakukan berbagai upaya kongkrit.”kata Yono.(TRIBUN)

comments powered by Disqus