Gelar Pahlawan Soekarno Terganjal Proses Polotik

Ekonomi - 07/09/2012 02:53

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman mengakui terganjalnya pemberian gelar kepahlawanan bagi President RI pertama, Soekarno terkait pergumulan kepentingan politik sehingga hanya berstatus sebagai Pahlawan Proklamasi.

Pengakuan itu disampaikan Irman saat membuka seminar nasional bertema Ki Bagus Handikusuma,kasman Singodimejo dan Kahar Muzakir bersama Bung Karno dalam perumusan UUD 45 yang diselenggarakan di Kompleks Parlemen, Kamis (6/9).

Seminar tersebut menghadirkan pembicara Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, sejarawan LIPI Asviwarman Adam dan Anhar Gonggong serta AB Kusuma dari Universitas Indonesia. Menurut Irman, Bung Karno telah memberikan jasa yang teramat banyak bagi bangsa Indonesia dalam menyusun UUD 45 di samping memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Namun hingga kini masih belum mendapat gelar sebagai Pahlawan Nasional.

“Karena itu gelar Pahlawan Proklamasi hanya menghargai jasa Bung Karno dan Bung Hatta dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya dalam seminar yang dihadiri di antaranya Wakil Ketua MPR Meilani Leimena, Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamuddin anggota DPD, AM Fatwa.

Irman mengakui terganjalnya pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada the founding father  itu juga karena adanya sentimen sejarah masalalu. Menurutnya, pascatranisi dari Orde Lama ke Orde Baru, Soekarno terstigmatisasi dan mendapat perlakuan politik yang tidak proposional. Namun demikian, Irman optimistis Soekarno akan mendapatkan penghargaan tersebut pada saatnya sebagaimana juga tiga nama lainnya.

comments powered by Disqus