Ekspor Rotan Berpeluang Naik 25 %

Ekonomi - 26/07/2012 03:05

                JAKARTA - Ekspor mebel berbahan baku rotan diperkirakan meningkat di kisaran 20%-25% pada tahun ini seiring dengan bergairahnya kembali pasar Amerika Serikat dan terbukanya peluang masuk ke China.

Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia (AMKRI) mencatat nilai ekspor mebel rotan pada 2011 mecapai US$200 juta, sedangkan nilai pengapalan komoditas itu pada Januari-Mei tahun ini mencapai US$92,7 juta.
Sekretaris Eksekutif AMKRI Maulana S Jaelani mengatakan krisis di Eropa yang selama ini menyerap 60% ekspor mebel rotan Indonsia tidak menjadi soal karena pasar Amerika Serikat mulai pulih.
Selain itu, produsen mampu mengalihkan pasar dari Benua Biru ke kawasan Afrika, China, Australia, dan Jepang.
Peluang pasar China bahkan lebih besar untuk produk rotan jadi dari Indonesia karena sejak keran ekspor rotan asalan ditutup, Negara itu kekurangan bahan baku.
“Dengan realisasi US$92,7 juta sampai dengan Mei, ekspor Juni bisa lebih dari US$100 juta. Kami optimistis tahun ini bisa naik 20%-25% karena ada gairah kembali dari buyer Amerika. Ini juga kesempatan untuk mengekspor produk jadi ke China,” katanya di Jakarta, Rabu (25/7).
Maulana melanjutkan kondisi industri mebel rotan di sentra kerajinan roten, seperti Cirebon dan Solo sudah membaik sejak keran ekspor rotan ditutup Desember 2011.
Beberapa pembeli di luar negeri yang sebelumnya sekadar membeli bahan baku, kini menyubkontrakkan produksinya ke sentra-sentra kerajinan rotan di Indonesia, bahkan beberapa buyer dari China, Vietnam, dan Jerman merelokasi pabrik nya ke Tanah Air agar mudah memperoleh bahan baku.
Berdasarkan catatan AMKRI, ada empat perusahaan asing yang akan berinvestasi di Cirebon dan Surabaya dengan nilai investasi masing-masing sekitar Rp 100 miliar.
Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami mengatakan Indonesia yang merupakan penghasil rotan dan bambu terbesar di dunia harus menjadi produsen produk jadi rotan dan bambu utama dunia.
Selama 2011, ekspor rotan dan bambu Indonesia mencapai US$262,7 juta dengan 70% di antaranya berupa furnitur rotan dan bambu.(Sri Mas Sari)

comments powered by Disqus