Ekspor Jabar Sulit Kejar Target 6,25%

Ekonomi - 10/08/2012 04:04

                Pertumbuhan ekspor Jawa Barat pada triwulan II/2012 dinilai masih cukup lamban. Pertumbuhannya belum sesuai harapan untuk mengejar target 6,25% sampai akhir 2012.

Kepala Bidang Pengolahan Integrasi Produk Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar Unggul Sampurna mengatakan, pertumbuhan ekspor Jabar ke sejumlah negara masih lemah. “Pada triwulan II/2012, pertumbuhan ekspor Jabar baru mencapai 0,32%. Posisi ini masih sangat lemah bila Jabar mengandalkan ekspor sebagai penggerak ekonomi rakyat,” ujarnya,kemarin.
Menurut dia, pertumbuhan ekspor yang belum sesuai harapan disebabkan perlambatan ekonomi dunia yang dimulai oleh krisis ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa. Sementara target ekspor ke beberapa negara lainnya seperti Timur Tengah dan Afrika masih memerlukan proses. Penyebab lainnya, orientasi pemasaran produk dalam negeri untuk pemenuhan kebutuhan domestik.
Dia menuturkan, lemahnya ekspor Jabar justru akan memperbesar posisi pemasaran di dalam negeri. Apalagi, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi cukup positif selama beberapa dekade terakhir. Pertumbuhan ekonomi Jabar pada triwulan II/2012 tumbuh sebesar 2,60%. Konsumsi rumah tangga tercatat mengalami kenaikan sebesar 1,08% dan konsumsi pemerintah tumbuh 24,94%.
Menurut dia, tiga sektor yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Jabar yaitu industri pengolahan 35,86%, perdagangan hotel dan restoran 23,37%, dan sektor pertanian 11,91%.
Kepala Seksi Neraca Konsumsi BPS Jabar Muhdar Saleh memprediksi nilai indeks tendensi konsumen (ITK) pada triwulan III mencapai 112,57 poin atau lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.”Pada triwulan III, masyarakat akan membeli barang-barang tahan lama seperti televisi, emas, handphone, lemari es, mesin cuci dan mebel,”imbuhnya. Sementara, ITK pada triwulan II/2012 sebesar 108,98 poin. Penyokong terbesar yaitu pendapatan rumah tangga dikaitkan dengan konsumsi makanan terutama pada konsumsi komoditas rokok sekitar 113,90 poin.

 

 

comments powered by Disqus