Baut Jembatan Pasupati Banyak Dicuri

Uncategorize - 28/11/2011 10:56

BANDUNG - Aksi pencurian baut, hingga rambu lalu lintas di sepanjang Jembatan Pasupati, Kota Bandung ternyata sering terjadi.

Dikhawatirkan aksi tersebut akan berpengaruh pada konstruksi bangunan jembatan tersebut. PPK Satuan Kerja Preservasi dan Pembangunan Jalan Wilayah Bandung-Cileunyi-Jatinangor, Indra Maha mengakui terpaksa berulang kali mengganti baut dan berbagai fasilitas pendukung Jembatan Pasupati akibat seringnya dicuri.

"Saat mengetahui ada baut ataupun fasilitas lain yang hilang kami selalu menggantinya, namun tak lama kemudian hilang lagi," ungkap Indra saat dihubungi melalui telepon selulernya tadi malam.

Tidak hanya baut, aksi pencurian pun terjadi pada tali air jembatan yang berfungsi untuk memperlancar aliran air yang tergenang di atas jembatan. Menurutnya, jika tali air tersebut tidak ada, sampah akan menumpuk dan menyumbat aliran air. Akibatnya air menjadi tergenang dan menambah berat beban jembatan. Bahkan, belakangan, kata Indra, pencurian pun terjadi pula pada rambu-rambu lalu lintas yang dipasang di sepanjang jembatan. Pihaknya mengaku telah mencari cara agar aksi pencurian tersebut bisa dihentikan. "Beberapa aksi pencurian sudah kami laporkan pada pihak kepolisian, namun anehnya aksi pencurian tersebut selalu berulang," ujarnya.

Pihaknya berharap, masyarakat, pemakai jalan, dan semua orang yang memiliki kepentingan bisa turut serta menjaga serta memelihara Jembatan Pasupati yang sudah menjadi ikon Kota Bandung itu. "Jembatan tersebut dibangun dengan biaya yang mahal, sepantasnya kita semua menjaga dan memeliharanya agar jembatan tersebut awet," pinta Indra yang mulai tahun ini dipercaya juga menjadi penanggungjawab pemeliharaan jembatan layang Kiara Condong.

Indra melanjutkan, menyusul ambruknya Jembatan Kutai Kartanegara(Kukar), pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan terus melakukan perawatan rutin pada jembatan layang sepanjang 2,8 kilometer itu.

Indra menjelaskan, sejak dibuka 2005 lalu, Jembatan Pasupati belum diperiksa secara detail dan menyeluruh Idealnya, kata Indra, pemeriksaan tersebut bisa dilakukan setiap 5 tahun sekali. " Karena usianya sudah lebih dari 5 tahun, menurut saya sudah saatnya diperiksa secara detail dan menyeluruh," tandasnya. (agung bakti sarasa)

comments powered by Disqus