Bandung Perlu Perwal UMKM

Ekonomi - 19/09/2012 11:34

Bandung memerlukan peraturan wali kota (perwal) tentang intensif dan perizinan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), untuk mendorong pertumbuhan kewirausahaan. Hal ini dinilai cukup mendesak mengingat rata-rata serapan angkatan kerja di Kota Bandung yang masih relatif kecil.

Demikian salah satu isu yang mengemuka dalam seminar Dewan Pengembangan Ekonomi (DPE) Kota Bandung, Pokja “Optimalisasi Fungsi Pemkot Dalam Meningkatkan Kewirausahaan”, di Auditorium Rosada, Bandung.

“Perwal itu sangat diperlukan untuk mendorong percepatan pertumbuhan wirausaha baru. Saat ini pertumbuhan wirausaha baru. Saat ini jumlah wirausaha yang ada di Bandung, masih jauh dari jumnlah ideal 2% dari total penduduk,” ujar Ketua Pokja Optimalisasi Kewirausahaan, DPE, Ema Sumarna.

Ia mengakui, sekalipun program penumbuhan wirausaha baru yang dilakukan Pemkot Bandung selalu berhasil melebihi target, jumlahnya masih terlalu jauh dari rasio ideal 2% dari jumlah penduduk. Dengan demikian, diperlukan perwal sebagai salah satu upaya agar bisa mempercepatnya.

Disebutkan, pada 2010 jumlah wirausaha ditargetkan 3.388 orang, realisasinya bisa mencapai 4.221 (0,17% dari jumlah penduduk). Sementara itu, pada tahun 2011 ditargetkan 3.727 realisasinya 4.425 (0,18% dari jumlah penduduk)

“Jika menggunakan data jumlah penduduk Kota Bandung 2011 sebanyak 1.129.744 jiwa, untuk mencapai 2% seharusnya memiliki 22.599 pengusaha. Sebagai pembanding negara yang maju ekonominya seperti singapura, rasio jumlah pengusaha dibandingkan dengan jumlah penduduk sudah mencapai 7,2%. Amerika Serikat malah sudah 11,5 %,’’katanya.

Di sisi lain, menurut dia, percepatan penumbuhan kewirausahaan diperlukan untuk menanggulangi tingginya potensi penambahan pengangguran. Pasalya, berdasarkan data 2009 sampai 2011, rata-rata hanya 17,13% angkatan kerja yang terserap di sektor formal. Artinya, 82,07% angkatan kerja di Bandung berpotensi jadi pengangguran.

“Disisi lain, berdasarkan analisis Pokja kami,penggunaan anggaran untuk mendorong tumbuhnya kewirausahaan lewat pengembangan UMKM, juga masih sangat memungkinkan. Saat ini alokasi untuk UKM baru 0,48% dari PAD (pendapatan asli daerah) atau 0,13% dari realisasi APBD Kota Bandung,”katanya.

Sementara itu, tokoh pengusaha Kota Bandung, Herman Muchtar mengatakan, saat ini merupakan momentum yang baik untuk mendorong percepatan wirausaha baru. Mengingat dalam beberapa tahun terakhir Kota Bandung memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik dan daya beli masyarakat yang relatif tinggi.

Tahun lalu, laju pertumbuhan ekonomi Kota Bandung mencapai 8,45, lebih tinggi dari nasioanal 6,5%. Begitupun rata-rata pendapatan perkapita masyarakat Bandung 4.800 dolar AS (Amerika Serikat), lebih tinggi dari pendapatan perkapita nasioanal 3.543 dolar AS.

“Ini peluang yang sangat bagus untuk bisa memanfaatkan oleh para wirausaha baru. Tetapi untuk itu semua tetap memerlukan dukungan kebijakan dari Pemkot,”katanya.(PR)

 

comments powered by Disqus