Bandung Pasar Potensial Bisnis "Travel Tour"

Ekonomi - 13/09/2012 04:04

Bandung merupakan pasar potensial untuk bisnis travel tour (biro perjalanan wisata). Selain daya beli masyarakatnya relative kuat, minat melakukan perjalanan wisata masyarakat Bandung dinilai cukup tinggi. Hal itu dilihat dari tingginya angka pertumbuhan pengguna jasa travel tour dari Bandung.

Demikian dikemukakan Managing Director PT Panorama tor Indonesia, Helen Xu, di sela-sela acara pembukaan kantor franchise Panorama di Jln. Buahbatu, Bandung. “Kantor ini merupakan outlet kami yang ketiga di Bandung. Satu-satunya kota diluar Jakarta yang memiliki sampai 3 outlet hanya di Bandung. Ini menunjukan potensi pasar di Bandung yang tinggi,”katanya.

Menurut Hellen, saat pihaknya membuat kantor di Bandung tahun 2001 pertumbuhannya relative biasa. Namun dengan semakin dikenalnya Panorama oleh masyarakat Bandung, pertumbuhannya terus meningkat. Malah lima tahun terakhir pertumbuhannya rata-rata mencapai 30%.

Besarnya potensi pasar Bandung ditunjukan pada tahun 2011, dengan masuknya cabang Bandung (dengan dua outlet) kedalam 3 besar nasional. Baik itu dalam hal penjualan produk maupun kontribusi laba untuk PT Panorama.”Bali merupakan tujuan wisata domestik yang paling banyak diminati masyarakat Bandung. Sementara itu, untuk luar negeri umumnya, memilih Singapura dan Malaysia,”ujarnya.

Manyinggung omzet yang dihsilkan dari Bandung, Hellena mengaku tidak memiliki data secara detail. Namun secara nasional pada 2011, omzet yang dibukukan mencapai Rp 1,6 triliun dan Bandung termasuk kontributor 3 besar.

“Bandung juga merupakan kontributor ritel (perseorangan) yang paling kuat untuk kami. Secara nasional porsi penjualan kami 60% produk korporat dan 40% ritel, di pasar Bandung sebaliknya, korporat hanya 10% dan ritel 90%,”katanya.

Sementara itu, Vice President Franchise and Distribution, Tonny Syariel mengatakan, dengan karakter pasar yang kuat, dipasar ritel, pihaknya menilai memerlukan outlet baru untuk menambah jaringan distribusi. “Tapi jangan bayangkan seperti waralaba umumnya. Kami tidak mengejar jumlah, tapi lebih menekankan pada komitmen kerja sama.”katanya. (PR)

 

comments powered by Disqus