Bandara Husein Bisa Terganggu

Ekonomi - 30/08/2012 10:25

Pemkot Bandung Siap Tindak Pelanggaran Aturan Ketinggian Pembangunan

Pengelola Bandara Husein Sastra Negara Bandung meminta Pemerintah Kota Bandung dan Cimahi mengontrol berdirinya bangunan tumbuh atau bangunan tinggi yang bisa mengganggu pengembangan bandara.

General Manager Angakasa Putra II Husein Sastranegara Eko Diantoro mengatakan rencana peluasan bandara ditargetkan mampu memiliki kapasitas hingga 3 juta penumpang dalam setahun.

“Kapasitas penumpang bisa empat kali lebih besar dari kapasitas saat ini yang hanya 700.000 setahun,’ katanya di bandung .

Namun pihaknya mengkhawatirkan perkembangan Kota Bandung dan Cimahi yang dalam 10 tahun terakhir kawasan urbannya berubah begitu cepat.

Di Cimahi, tuturnya, bukan tidak mungkin bangunan tumbuh akan mulai berdiri. Di ujung lintasan lain ada TSM (Trans Studio Mall) dan Hotel Trans Luxury serta Ibis.

“Apa tidak mungkin di lintasan tersebut tidak akan dibangun bangunan tumbuh lagi?’ katanya.

Eko menunjuk yang paling menonjol dan potensial mengganggu adalah Jembatan Layang Cimindi yang menghubungkan Cimahi dan Kota Bandung.

Tinggi jembatan tersebut, paparnya relative sama dengan permukaan runway Husein yang posisinya 3.000 meter diatas permukaan laut. Kalau runaway nantinya kita perpanjang, (jembatan) ini akan jadi obstache. Jadi Husein tidak bisa berkembang lagi memenuhi trafik,”katanya.

AP II sendiri membutuhkan runaway lebih panjang dari yang saat ini hanya 2.220 meter. “Kalau yang ada sekarang, rata-rata maksimum terbang 2 jam. Kalau ingin lebih dari 2 jam mungkin load factor-nya dikurangi,” katanya.

Eko menyatakan pihaknya terus aktif menyampaikan soal kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP) dan koefisien lantai bangunan (KLB) kepada pemda agar proses pembangunan diawasi, terutama ketinggiannya, “Apartemen dan BTS itu potensial mengganggu kalau ketinggiannya tidak diawasi,”katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Dada Rosada mengakui merebaknya pembangunan yang berada di kawasan Kota Bandung sudah sesuai peraturan ketinggian Bandara Husein.

“Jelas sudah ada regulasi yang mengatur pembangunan apartemen agar tidak terlalu tinggi,” katanya kepada bisnis di Pemkot Bandung.

Dia berjanji akan menindak tegas bagi para pengusaha jika melanggar pelanggaran tersebut. “Saat ini belum terdengar ada yang menyalahi aturan. Kalau ada pelanggaran saja, akan merugikan pihaknya sendiri, ujarnya.

Pemkot Cimahi sendiri telah sejak lama membuat aturan khusus soal ketinggian bangunan tidak boleh melebihi ketentuan, karena dikhawatirkan menggangu keselamatan pesawat yang melintas

Aturan Ketat

Kepala Bidang Fisik Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cimahi Heri Antasarai mengatakan sejumlah wilayah di Cimahi terkena aturan yang tepat dalam mendirikan bangunan, terutama berkaitan dengan ketinggian.

“Bagi sejumlah wilayah yang termasuk dalam peta KKOP, maka yang bersangkutan harus mendapatkan rekomendasi langsung pengelola Bandara Husein, terutama bangunan yang berlantai,”ujarnya.

Dia menjelaskan peta kawasan KKOP yang termasuk dalam area Cimahi berbentuk kerucut terbuka. Salah satu kelurahan di Cimahi yang termasuk dalam KKOP adalah kelurahan Cibeureum. Dengan adanya rencana pengembangan Bandara Husein,secara otomatis akan ada penambahan wilayah yang termasuk dalam area KKOP.

“Pada prinsipnya kami sangat mendukung upaya pengembangan Bandara Husein karena akan dapat meningkatkan perekonomian warga juga. Bentuk dukungan kami juga dapat diwujudkan dalam bentuk penyelarasan aturan syarat sebuah bangunan,”katanya.

Pihak Angkasa Putra II menargetkan peluasan Bandara Husein sampai 2014 dengan kucuran dana multiyear sebesar Rp.370 miliar.(BI)

 

comments powered by Disqus