Wirausaha Baru Perlu Rencana berkelanjutan

Ekonomi - 29/04/2014 03:24

 BANDUNG, (PR).-

                Program penumbuhan wirausaha baru membutuhkan perencanaan yang berkesinambungan. Tidak cukup dengan hanya melakukan pelatihan dan program inkubasi. Kerena kewirausahaan bukan sekedar keahlian ataupun pengetahuan, tetapi juga merupakan masalah tatanan mental yang memerlukan waktu untuk membentuknya.

                Demikian isu yang mengemuka dalam diskusi Forum Diskusi Wartawan Ekonomi Bandung (Fordisweb), di Sekretariat Fordisweb, Jalan Beruang, Kota Bandung, Senin (28/4/2014).

             “Untuk mendapatkan keahlian dan pengetahuan, lewat program inkubasi selama 6 bulan-1 tahun, pasti bisa dikejar. Tapi hal itu tidak menjamin usahanya bisa bertahan terus,” ujar Manajer dan Promosi Pengelolaan Keterkaitan Usaha (BPPKU) Kota Bandung, Bambang Trisbintoro.

                 Ia menjelaskan, setelah terjun di dunia bisnis, pengusaha baru akan langsung dihadapkan pada persaingan yang keras. Karena harus berhadapan dengan pengusaha-pengusaha lain yang sebagian merupakan pengusaha besar yang sudah kuat bisnisnya. Artinya, besar kemungkinan usahanya mati sebelum berkembang.

                Oleh karena itu, menurut dia, program penumbuhan kewirausahaan baru, sebaiknya ditetapkan di beberapa sektor saja. Yaitu sektor-sektor yang memiliki kearifan lokal (memiliki kandungan lokal tinggi dalam proses produksinya) sehingga tidak perlu bersaing keras dengan pengusaha asing. Di sisi lain, pembinaan oleh pemerintah juga akan lebih efektif.

                 “Bisa jadi sektor-sektornya di tetapkan dari SMK (Sekolah Menengah Kejuruaan) yang ada. Sehingga programnya bisa terintegrasi. Lulusan SMK diseleksi untuk masuk program inkubasi, lalu di lanjutkan ke program pembinaan. Misalnya di Bandung terdapat 40.000 lulusan SMK, jika setengahnya masuk program tersebut, target 100.000 selama 5 tahun bisa tercapai,” katanya.

                 Sementara itu, Ketua  Yayasan Gemilang Muda Mudi Indonesia (Gama), Budi Riswanto menilai, dalam program penumbuhan wirausaha baru, pemerintah harus benar-benar mendukung mereka dengan penciptaan iklim persaingan usaha yang sehat bagi mereka.

                “Jika langsung di lepas di belantara bisnis begitu saja, akan sulit berkembang. Kalaupun tidak mati, tetap saja akan sulit menjadi besar. Jika ini yang tejadi, program penumbuhan kewirausahaan baru tidak akan pernah optimal. Butuh sebanyak mungkin figur sukses yang bisa diteladani agar anak-anak muda menjadikan penusaha sebagai pilihan sadar. Bukan terpaksa karena tidak ada lagi kerjaan,” katanya. (A-135)***

comments powered by Disqus