Untuk Mengatasi Masalah UKM

Ekonomi - 20/02/2014 08:26

 Manfaat Ikut Berorganisasi

 

KENAIKAN harga barang-barang yang terjadi sejak pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akhir Juni 2013, tak pelak merupakan pukulan berat untuk pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Akibat kenaikan tersebut, pengusaha dihadapkan pada dua permasalahan berat sekaligus. Pertama, biaya produksi yang membengkak dan kedua, penyerapan pasar yang menyusut akibat daya beli masyarakat melemah.

 

APALAGI berbagai faktor penyebab kenaikan harga, kemudian seperti berlomba bermunculan setelah kenaikan harga BBM berlangsung. Mulai dari kenaikan kurs dolar AS yang saat ini sudah diatas Rp 12.000/dolar AS, kenaikan tarip dasar listrik (TDR), kenaikan suku bunga kredit akibat kenaikan BI rate, hingga kenaikan tarif tol. Untuk sebagian UKM, malah kondisinya diperberat dengan kebijakan baru pemerintah terkait pungutan PPh (pajak penghasilan) UKM.

 

Singkatnya, saat ini para pelaku UKM sedang dihadapkan pada kondisi usaha yang berat.

 

Menghadapi situasi seperti ini, berorganisasi ternyata bisa menjadi jalan keluarnya. Seperti yang dilakukan pelaku-pelaku UKM yang tergabung di Aikma (Asosiasi Industri Kecil Menengah Agro).

 

Lho, apa kaitannya organisasi dengan masalah usaha? Bagaimana caranya berorganisasi bisa mengurangi biaya produksi?

 

Menutut Sekretaris Umum Aikma, Nia Kurnuasih, jawaban kuncinya adalah silaturahmi. Lewat silaturahmi, berbagai pola penanganan masalah bisa di kembangkan.

 

“Berbagai masalah jika dibahas bersama-sama, akan menghasilkan alternatif jalan keluar yang lebih banyak. Artinya, peluang untuk mendapatkan solusi yang jitu menjadi lebih besar. Selain itu, membahas masalah secara keroyokan, membuat kita relatif lebih tenang menghadapinya karena seolah beban masalahnya dibagi,” katanya.

 

Dicontohkannya, dalam menghadapi kenaikan harga bahan baku, lewat pembahasan bersama bisa diketahui mana-mana saja penjual eceran yang memasang harga murah. Jika kemudian harga eceran tersebut akhirnya dinilai masih mahal juga, bisa dilakukan cara lain yaitu dengan mengumpulkan pembelian.

 

Anggota-anggota Aikma yang membutuhkan bahan baku yang sama, menyatukan pembelinya. Dengan demikian, pembelian dilakukan dalam partai besar, artinya bisa mendapatkan harga grosir yang lebih murah dari harga eceran.

 

Selain bahan baku, kemasan merupakan tema yang paling sering didiskusikan di Aikma. Karena banyak anggota yang hobi melakukan eksperimen dalam kemasan sehingga mereka memiliki banyak alternatif untuk kemasan. Tak hanya masalah bentuk ataupun desain kemasan, tetapi juga sampai ke material kemasannya. Walhasil, anggota Aikma relatif tidak bermasalah dengan kemasan.

 

“Tapi kegunaan paling besar dari berorganisasi, untuk saya adalah perluasan wawasan. Banyak kegiatan Aikma yang membuat saya tambah pintar dan itu tidak akan saya dapatkan jika tidak berorganisasi,” katanya.

 

Akan tetapi, diakui Nia, tidak semua pelaku UKM menilai penting berorganisasi. Buktinya, di Aikma sendiri dari 130-an pengusaha yang terdaftar, menurut Nia, paling hanya 30-40 pengusaha yang aktif.

 

Padahal, menurut Manajer Klinik Konsultasi Bisnis Kadin Kota Bandung, Mamat Rachmat, berorganisasi justru sangat penting untuk pelaku UKM, dibandingkan untuk pengusaha golongan lainnya.  Karena pada dasarnya, modal terbesar UKM adalah modal sosial (social capital) yang seharusnya terus dikembangkan lewat organisasi.

 

Mamat menjelaskannya dengan contoh, ironi yang sering terjadi pada pelaku UKM adalah terpaksa menolak order besar akibat keterbatasan kapasitas produksi. Padahal, order besar adalah peluang emas mereka untuk menaikan kapasitas usahanya.

 

“Jika si pengusaha menjadi anggota asosiasi, masalah kapasitas produksi tersebut dengan mudah ditangani. Dia tinggal membeli dari anggota lain yang memproduksi barang serupa (yang dalam keseharian biasanya menjadi competitor). Atau bisa juga dengan cara melakukan kerjasama produksi untuk menutupi pesanan besar tadi,” katanya.

 

Di sisi lain, dengan berorganisasi juga membuka lebih besar kemungkinan-kemungkinan untuk mengembangkan usaha. Baik dari ide-ide yang didapat dari silaturahmu diorganisasi, perluasan pasar dari anggota lain maupun lewat berbagai pasilitas yang disediakan organisasi.

 

Hal paling bermanfaat dari berorganisasi, menurut Mamat adalah belajar dari kisah sukses pengusaha lain. Hal tersebut merupakan cara yang jauh lebih efektif dan efisien untuk mengembangkan usaha, dibandingkan dengan melakukan sendiri cara trial and error.

 

“Program-program bantuan usaha untuk UKM dari pemerintah, biasanya juga di berikan lewat asosiasi. Hampir tidak ada yang di berikan kepada pelaku UKM secara perseorangan. Ini merupkan manfaat lainya dari berorganisasi,” katanya.

 

Pada prinsipnya, tak akan rugi jika pelaku UKM ikut aktif dalam berorganisasi , untuk kepentingan peningkatan usahanya. Dengan kebersamaan dalam berorganisasi, usaha Anda bisa maju dengan bantuan dari berbagai pihak.

 

Lalu, dengan berbagai manfaat tersebut, mengapa tidak segera berorganisasi? Yaitu dengan menjadi anggota asosiasi atau bisa saja bersama-sama pengusaha lain mendirikan sendiri asosiasinya. (Y Fitriadi/”PR”)

comments powered by Disqus