UMKM Bakal Dirating

Ekonomi - 01/04/2013 03:24

Mulai April 2013, Bank Indonesia (BI) akan menerapkan sistem peringkat atau rating untuk sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) penerima kredit (debitor). Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan penyaluran kredit UMKM oleh perbankan.

Bagi sebagian bank, UMKM dipandang tidak bankable sehingga mengandung dafult risk atau kredit macet. Untuk menekan risiko kredit macet, bank mewajibkan jaminan tambahan untuk kredit yang diberikan maupun jaminan kredit yang dimiliki nasabah.

Menurut Deputi Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Pungki P Wibowo, selama ini penyebab masih tingginya suku bunga kredit untuk sektor UMKM adalah asimetric information. Artinya, bank belum mengetahui rekam jejak UMKM sehungga memberlakukan premi risiko tinggi.

“Rating UMKM akan menjadi solusinya ,” kata Punki, Rabu (20/3).

Bank – bank dihadapkan pada masalah krusial jika diberhadapan dengan UMKM yang jumlahnya banyak. Masalah itu terutama muncul jika bank ingin menyalurkan kredit miliaran rupiah kepada ribuan pengusaha kecil dan menengah. Bank harus mengeluarkan biaya sebesar pengurus dokumen – dokumen notariil penyaluran kredit bagi UMKM.

Bank perlu dana untuk pengurus kredit UKM. Sebut saja biaya untuk jasa notaris dan perawatan arsip-arsipnya, belum lagi risikobank kehilangan uang tersebut karena kredit macet. 

Dengan adanya rating tersebut, asimetric information yang selama ini menjadi kendala perbankan dalam menyalurkan kredit ke UMKM bisa diminimalkan. Dengan demikian premi risiko bisa diturunkan dan akhirnya suku bunga kredit ikut bisa turun. “Kalau rating UMKM bagus, tidak ada alasan bagi bank untuk mengenakan suku bunga kredit tinggi, “ujarnya.

Rating UMKM nantinya akan berisi beberapa indikator yang bisa membantu bank untuk mengambil keputusan dalam penyaluran kredit UMKM. Indikator itu antara lain penilain risiko bisnis, risiko keuangan, sumber daya manusia (SDM), dan kelanjutan usaha.

Selanjutnya, rating akan dibagi 4 atau 5 lavel. Makin tinggi level makin rendah pula risiko debitur UKM tersebut. Dengan demikian, bunga kredit bisa makin rendah. nantinya ,akan ada lembaga pemeringkat yang akan melakukan penilaian terhadap UMKM.

“Nantinya, lembaga independen ini yang merilis peringkat kredit UMKM secara berkala,” katanya.

Saat ini, lembaga pemeringkat yang sudah menyatakan siap memeringkat UMKM adalah PT. Pefindo Ronald TA Kasim seperti yang dikutip dari JPNN, mengatakan saat ini Pefindo menyiapkan unit usaha baru yang akan khusus menangani rating UMKM. “Ini bisa joint venture dengan perusahaan domestik maupun asing,”ujarnya. (Dendi/”PR”, dari berbagai sumber)***

 

  

 

 

comments powered by Disqus