Turis Asing ke Jabar Naik 21,63 Persen

Ekonomi - 05/02/2013 01:09

BANDUNG, TRIBUN – Jumlah Wisatawan Mancanegara (Wisman) Ke Jabar pada Desember 2012 mengalami Peningkatan 21,63 persen di bandingkan November 2012.

Berdasarkan Catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Jumlah wisman yang berkunjung ke Jabar pada Desember 2012 mencapai 18.265 orang, sedangkan November 2012 Jumlah Wisman ke Jabar 15.107 orang.

            Kepala BPS Jabar, Gema Purwana mengatakan, Jumlah Wisman yang datang ke Jabar tersebut berdasarkan data Wisman yang datang melalui Bandara Husein Sastranegara, Bandung dan Pelabuhan Muarajati, Cirebon. “Melalui Bandara Husein Jumlahnya 18.145 Wisman, dan melalui Pelabuhan Muarajati Cirebon berjumlah 120 Wisman,” Ujarnya dalam jumpa Pers di Kantor BPS Jabar, Jumat (1/2).

            Menurut Gema, Baik melalui Bandara Husein maupun Pelabuhan Muarajati, pada Desember 2012 ini sama-sama mengalami peningkatan jumlah Wisman. Melalui Bandara Husein misalnya, pada Desember 2012 mencapai 18.145 Wisman atau naik 21,77 persen dari jumlah Wisman November 2012 yang 14.901 Wisman. Sementara melalaui Pelabuhan Muarajati jumlah Wisman Desember 2012 ada 120 orang atau naik 3,45 persen dari November 2012 yang 116 Wisman.

            “Pelabuhan Muarajati ini bukan Pelabuhan komersial, sehingga sekalipun ada  peningkatan ya tidak terlalu besar. Wismannya juga bukan benar-benar Wisatawan, tapi hanya ABK (anak buah kapal),” kata Gema.

            Meningkatnya jumlah Wisman ke Jabar pada Desember 2012, menurut Gema karena bulan tersebut merupakan akhir tahun.

Biasanya pada akhir tahun, orang menjadwalkan untuk Berwisata, termasuk Wisman ke Indonesia.

            Naiknya jumlah Wisman ke Jabar pada Desember 2012 juga ditandai meningkatnya tingkat penghunian kamar (TPK) Hotel pada bulan tersebut. TPK Hotel Desember 2012 mencapai 49,02 persen atau naik empat poin dari TPK Hotel pada November 2012 yang sebesar 45,02 persen.
            “Rata-rata semua TPK Hotel naik, baik Bintang ataupun nonbintang,” kata Gema.

            Untuk Hotel Berbintang, Hotel Bintang empat lah yang mengalami TPK paling tinggi yakni 63,28 persen, diikuti Hotel Bintang lima (61,87 persen). Sementara untuk Hotel nonbintang, TPK tertinggi terjadi pada Hotel dengan kelompok Kamar kurang dari 10, yakni 46,81 persen. (roh)

comments powered by Disqus