SAATNYA INVESTASI KE DAERAH

Ekonomi - 21/01/2013 02:53

JAKARTA-Banjir besar di ibu kota semakin menguatkan wacana pengalihan investasi baru ke daerah lain tengah kompleksnya permasalahan yang dihadapi para pengusaha di Jakarta .

Memindahkan pusat bisnis dan industry dari Jakarta dinilai lebih mudah dan lebih murah dibandingkan dengan wacana memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke Pulau Jawa . Yang dibutuhkan adalah konsisten pemerintah dalam pelaksanaannya .

Sofjan Wanandi, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), menuturkan sebagian besar investor mrnilai kegiatan investasi di Ibu Kota tergolong mahal dibandingkan dengan daerah lain , seiring penaikan upah buruh, tarif dasar listrik, hingga harga gas .

Dalam berbisnis, kata Sofjan, kalang industry membutuhkan ketenangan dan kenyamanan, baik internal maupun eksternal. Bila tidak nyaman, sebagian besar pengusaha akan mencari lokasi yang sesuai dengan keinginan dan mendukung kinerja perusahaannya .

Dia menjelaskan bencana banjir memang termasuk permasalahan yang tidak bisa dielakkan . Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan solusi cepat agar Indonesia tetap menjadi daerah tujuan investasi yang menasrik bagi investor asing .

·         Investor menganggap biaya produksi di Jakarta sudah terlalu mahal .

·         Memindahkan pusat bisnis dan industry dari Jakarta tidak perlu investasi besar .

·         Pendanaan infrastruktur daerah bisa pengalihan subsidi BBM .

“Arahkan investasi ke luar Jakarta. Namun, lokasinya memiliki infrastruktur yang sudah siap dan terjamin. Selain itu, infastruktur di luar Jawa juga perlu digenjot untuk menarik investasi,” tegasnya kepasa Bisnis, Minggu (20/1)

Direktur Operasional dan pengembangan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) Dicky Digdoyo mengatakan kerugian perusahaan dikawasan industri akibat banjir memang belum di hitung. Namun, jika rerata omzet per hari mencapai Rp100 juta, maka total kerugian total yang diderita bisa lebih dari Rp30 miliar per hari .

Dia mengatakan ada dua sebab kegiatan industry lumpuh. Selain banjir setinggi 20 cm hingga 1 meter, listrik juga dipadamkan sehingga tidak memungkinkan adanya kegiatan produksi. Akses pintu masuk juga terendam banjir .

Sanny Iskandar, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI), mengemukakan terjadinya banjir khususnya di Jabotabek dan Karawang telah memberikan dampak yang sangat besar bagi perekonomian Indonesia .

Hal itu disebabkan sekitar 30% - 40% kegiatan perdagangan dan industry manufaktur Indonesia terpusat di Jabotabek .

Dia mendukung apabila pemindahan pabrik diarahkan ke daerah lain, tetapi yang     dikhawatirkan jika relokasi itu dilakukan ke Negara lain seperti Myanmar dan Bangladesh, yang dianggap lebih menarik .

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib Basri meyakinkan bencana banjir yang menghantam Jakarta tidak akan menganggu persepsi investor terhsdsp iklim investasi di Jakarta hingga mengicu relokasi pabrik ke luar negeri .

Ada beberapa hal yang melatar belakangi optimismenya itu .

Pertama, bencana banjir tersebut hanya terjadi dipusat Kota Jakarta yang notabene bukan merupakan daerah sasaran tujuan investasi terbesar. Selain itu, Jakarta bukan merupakan pusat produksi .

Kedua, periode waktu banjir tersebut tidak berlangsung lama dan selain itu kejadian tersebut merupakan siklus yang sering kali terjadi .

“Dampak banjir lebih pada aktivitas bisnis dan perdagangan. Kalau untuk produksi, saya yakin tidak terdampak karena supply chain tidak terganggu,” ujar chatib kepada Bisnis, Minggu (20/1) .

SEJAK LAMA

            Menteri Perdagangan Gita Irawan Wirjawan yang juga mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menuturkan bahwa invetasi baru diluar Jakarta sudah diupayakan sejak lama.”Bahkan diluar Pulau Jawa sudah saya dorong sejak saya menjabat sebagai Kepala BKPM,” ungkapnya .

            Menurutnya, pada 2009 total investasi diluar Pulau Jawa hanya sekitar 41%, dan tahun lalu total investasi diluar Pulau Jawa meningkat hingga 46% .

            Pengamat Kebijakan Punlik Agus Pambagio menilai banyak faktor yang memnuat pusat bisnis harus segera dialihkan, antara lain upah minimum provinsi yang terlampau tinggi, banjir dan kondisi buruk lainnya di Jakarta .

            “Namun, di daerah lain juga infastrukturnya tidak ada. Sebenarnya gampang saja. Kalau subsisi BBM dicabut kan bisa hemat Rp100 triliun untukinvestasi infastruktur ,” ujarnya .

            Pengalihan subsidi BBM kepada investasi infrastrukturnya itu bisa dilakukan secara bertahap. Setiap tahun pemerintah bisa membuat insfastruktur baru agar bisa dinikmati oleh masyarakat dalam jangka panjang .

            Sekretaris Dinas Badan Koordinasi Promosi dan Penanaman Modal Daerah Jawa Barat Danny Sudrajat berpendapat kondisi banjir di Jakarta secara tak langsung akan membuat minat investasi ke provinsi itu semakin meningkat .

            Pemodal kemungkinan besar akan makin melirik Daerah baru seperti Majalengka, Garut, Kuningan, dan Sukabumi yang upah buruhnya masih rendah dan peluang pengembangannya terbuka . (K57/Maftuh Ihsan/Roberto Purba/Sukirno/Bunga C. Arum/Maria Y. Benyamin/Christine Franciska)

 

comments powered by Disqus