Prioritaskan Bandara Kertajati

Ekonomi - 18/02/2014 02:18

Pacu Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi Jabar

BANDUNG, (PR).-

Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat atau Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka diharapkan bisa menjadi pemacu pertumbuhan ekonomi di Jabar, sekaligus mengembangkan perekonomian di wilayah timur Jabar.

Ketua Umum Kadin Jabar, Agung Suryamal Sutisno, mengatakan pihaknya menyambut upaya pemerintah pusat yang memprioritaskan pembangunan Bandara Kertajati. “Ekonomi Jabar akan meningkat dan pembangunan akan merata ke wilayah timur Jabar. Termasuk penambahan lapangan pekerjaan,”ujarnya saat dihubungi “PR”, Senin (17/2/2014).

Ia menilai, keputusan pemerintah sangat tepat dan dunia industri pasti menyambut baik kebijakan tersebut. Akan tetapi, hal itu bukan berarti pembangunan Bandara Karawang tidak penting, sebab bandara itu juga tetap dibutuhkan sebagai pengembangan bandara di wilayah utara Jabar.

“ Bandara Karawang silakan dibangun, nantinya kan saling mendukung dengan Bandara Kertajati. Hanya saja, untuk saat ini Jabar lebih membutuhkan Bandara Kertajati sebagai penunjang aktivitas ekonomi,”ujar Agung.

Keberadaan Bandara Kertajati, menurut dia, dipastikan akan meningkatkan arus transportasi barang bagi usaha kargo dan transportasi manusia bagi sektor pariwisata. Begitu pula dengan keberadaan tol Cisumdawu yang akan menjadikan perjalanan dapat menjadi lebih cepat, yakni hanya 40 menit dari Bandung ke Majalengka.

“Dengan demikian, arus transportasi barang akan menjadi jauh lebih banyak dan lebih cepat. Hal itu tentu akan memiliki dampak signifikan terhadap usaha pengiriman barang,” katanya.

Terkait dengan arus transportasi manusia, Agung mengakui bahwa bandara yang terletak dekat dengan perbatasan Jawa Tengah ini akan mendorong para wisatawan yang ingin berkunjung ke wilayah timur Jabar. Dengan demikian, mereka tidak perlu memutar terlalu jauh ke bagian barat Jabar terlebih dahulu.

Dana Rp 10 triliun

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jawa Barat, Deny Juanda mengatakan, pembangunan Bandara Kertajati diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp 10 triliun. Untuk bandara itu, dibutuhkan dana sekitar Rp 4 triliun untuk pembangunan terminal dan Rp 3,5 triliun untuk pembangunan runway dan air traffic control.

“Adapun, sisa anggaran sebesar Rp 2,5 triliun akan digunakan untuk berbagai keperluan lain yang berkaitan dengan pembangunan bandara tersebut. Sementara untuk sisa akses infrastruktur menuju bandara tersebut akan dibiayai oleh Pemerintah Provinsi Jabar. Hingga saat ini, lahan yang sudah dibebaskan seluas 1.000 hektare (ha),” ujarnya.

Menurut Deny, Bandara Kertajati dinilai lebih cocok untuk mendukung perkembangan Bandung menjadi kota metropolitan. Pasalnya, bandara tersebut hanya berjarak sejauh 60 km dari Kota Bandung dan 117 km dari Karawang. Apalagi feasibility study bandara tersebut juga sudah rampung dan pembangunan runway pun sudah berjalan hampir setahun.

“ Jika pencairan APBN lancar, maka pada tahun 2016 bandara tersebut sudah dapat melaksanakan jadwal penerbangan perdananya. Bahkan rencananya hal itu akan dilaksanakan bertepatan dengan Hari Jadi Jawa Barat yakni pada Agustus 2016 mendatang,” ujar Deny. (A-207)

comments powered by Disqus