Perjalanan panjang integrasi ekonomi ASEAN

Berita KBTC - 11/01/2016 08:02

Belakangan, istilah masyarakat ekonumi ASEAN(MEA) makin sering disinggung,namun sebenrnya,integrasiekonomi ASEAN telah berlangsung sejak lama.

Hubungan ekonomi ASEAN berakar dari sejak hubungan antara negara.sejak lama,negara anggota ASEAN telah saling melengkapi dan berbagi peran di berbagai bidang ekonomi seperti manufaktur, perdagangan barang, jasa dan modal, serta pengiriman tenaga kerja terlatih.

Hal ini telah membangun ASEAN sebagai salah satu kawasan ekonomi yang paling dinamis, dengan kontribusi positif untuk pertumbuhan ekonomi dunia.integrasi ekonomi yang telah berjalan,serta berbagai kesempatan yang terciptanya karenanya, telah memberikan manfaat ekonomi bagi ratusan juta warga ASEAN.

Seandainya ASEAN adalah sebuah negara, ASEAN akan menjadi perekonomian terbesar ketiga diasia dan ketujuh didunia. Dalam kurun waktu 2007-2014, total produk domestik bruto (PDB) ASEAN telah meningkat dua kali lipat menjadi USD 2,57 triliun.

Saat ini, tarif perdagangan antara negara anggota ASEAN telah mencapai 0%.hal ini berdampak pada lebih banyak pilihan produk dan harga yang lebih terjangkau bagi konsumen.ASEAN juga menjadi tujuan investasi dunia,menarik foreign direct investment (FDI) sebesar USD 136 miliar pada tahun 2014, menciptakan berbagai kesempatan ekonomi dan lapangan perkerjaan.

Kelanjutan proses integrasi ekonomi ASEAN setelah peluncuran MEA pada tanggal 31 desember 2015, diharapkan dapat memberikan keuntungan yang lebih banyak lagi. ASEAN  diproyeksikan menjadi perekonomian keempat terbesar didunia pada tahun 2050.

MEA merupakan tonggak sejarah penting dalam  proses integrasi ekonomi ASEAN. Penjelasan rinci MEA terdapat dalam cetak biru MEA (2008-2015) dengan empat karakteristik utama yaitu (a) pasar dan basis produksi tanggal,(b) berdaya saing tinggi, (c) tingkat pertumbuhan ekonomi merata, dan (d) integrasi penuh dengan perenomian global.

Sebagai suatu masyarakat yang terintegrasi, ASEAN berambisi untuk menyederhanakan berbagai peraturan, menurunkan tarif dan menyeragamkan standar. Selain itu,ASEAN akan terus menyupayakan kerja sama yang lebih erat antar pemangku kebijakan dan regulator,transparansi kebijakan yang lebih luas,pengembangan pekerja terampil dan terdidik seta pasar dengan jumlah konsumen yang besar dan dinamis.

Menilik kebelakang,sejarah kerja sama dan integrasi ekonomi ASEAN sudah terjadi lebih dari 4(empat) dekade.landasan telah dibangun sejak 1970-an dan ritmenya semakin meningkat pada tahun 1990-an.

Pada tahun 1977, ASEAN memperlakukan ASEAN prefential trude agreement selanjutnya,langkah menuju integrasi ekonomi semakin dipercepat dengan disepakatinya framework agreement on enhancing ASEAN economic cooperation mencakup bidang perdagangan, industri, mineral dan energi, keuangan dan perbankan, makanan, pertanian serta perhutanan, transportasi, dan komunikasi.

Kesepakatan-kesepakatan tersebut mengarah pada kesepakatan perdagangan ASEAN lainnya,termasuk ASEAN free trade area(AFTA) pada tahun 1992 yang mendasari upaya pengurangan tarif. AFTA bertujuan untuk mendorong daya saing ASEAN sebagai suatu basis produksi melalui penghapusan hambatan tarif dan non-tarif, serta mengupayakan lebih banyak lagi FDI untuk mengalir kekawasan ASEAN.

Kesepakatan lainnya yang mendorong integrasi ekonomi adalah ASEAN framework agremeent on service tahun 1995,ASEAN in trade in goods agreement tahun 2010, serta ASEAN comprehensive investment agreement tahun 2012.

Pada tahun 2003, para kepala negara ASEAN mendeklarasikan pembentukan MEA sebagai salah satu sasaran proses integrasi ekonomi kawasan dan bagian dari masyarakat ASEAN.

Selanjutnya pada tahun 2007, para kepala negara ASEAN mengesahkan cetak biru yang menjadi tuntunan pembentukan MEA pada tahun 2015, yang waktunya dimajukan dari target semula pada tahun 2020.

Hingga akhir oktober 2015, tingkat implementasi cetak biru MEA  mencapai 92, 7%, atau telah melaksanakan 469 dari 506 langkah aksi dalam cetak biru tersebut. Terkait empat pilar integrasi MEA, negara anggota ASEAN telah melaksanakan 100% program pada pilar ”tingkat pertumbuhan ekonomi merata”dan”terintegrasi penuh dengan perekonomian global”

Pada saat yang bersamaan,  para kepala negara ASEAN menyadari perlunya kelanjutan upaya untuk mengintegrasikan perekonomian secara regional.

Dibidang perdagangan, negara anggota ASEAN perlu terus mengupayakan pengurangan hambatan non-tarif,  yang dinilai berpotensi menghambat perdagangan.

Para kepala negara ASEAN juga berkomitmen untuk memastikan proses integrasi yang bersifat inklusif dan berkelanjutan, serta dapat mengurangi kesenjangan pembangunan diantara dan didalam negara anggota ASEAN.

Pertimbangan inilah yang menjadi dasar mengapa negara anggota baru ASEAN-Kamboja,  Laos, Myanmar dan Vietnam-memiliki waktu hingga tahun 2018 untuk sepenuhnya mengadopsi komitmen liberalisasi MEA proses ini akan dibantu dengan upaya mempersempit kesenjangan pembangunan melalui antara lain, intiative for ASEAN integration.

comments powered by Disqus