Pengusaha Tolak Kenaikan Listrik

Ekonomi - 03/03/2014 01:51

 Produk Domestik Akan Kalah Bersaing

BANDUNG- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat meminta pemerintah mempertimbangkan rencana kenaikan tarif listrik sektor industri pada Mei 2014.

 

Kenaikan tersebut dikhawatirkan berpengaruh terhadap daya saing produk jelang Asean Economic Community (AEC) 2015 mendatang. Ketua Umum Apindo Jawa Barat Deddy Widjaya mengaku menolak rencana pemerintah menaikan tarif listrik industri. Kenaikan tersebut dipastikan meningkatkan biaya ptoduksi. Apindo akan membawahi 8.000 pengusaha, menyatakan keberatan terhadap rencana kenaikan tarif listrik tersebut.

 

“Pemerintah harus mempertimbangkan rencana tersebut, apabila menjelang Asean Economic Community 2015 di mana barang asing akan bebas masuk ke Indonesia. Kita harus mengukur kemampuan kita,” kata Deddy saat dihubungi melalui sambungan telepon kemarin.

 

Diketahui, pemerintah menetapkan besaran kenaikan tarif listrik industri skala besar antara 8,6-13,3%. Kenaikan tarif tersebut berlaku setiap dua bulan sekali mulai 1 Mei 2014. Pelanggan skala industri besar yang memakai listrik bertegangan menengah dengan daya di atas 200 kVA atau 13 khusus perusahaan berstatus terbuka (Tbk) dengan kenaikan 8,6%/- dua bulan sekali. Industri yang memakai jaringan bertegangan tinggi dengan daya di atas 30.000 kVA atau golongan 14 ditetapkan 13,3%/ dua bulan sekali. Kenaikan tarif listrik untuk kedua golongan industri tersebut akan dilakukan empat kali sepanjang 2014.

 

Dengan demikian, secara keseluruhan, sepanjang 2014, tarif listrik golongan 13 akan naik 38,9% dan golongan 14 naik 64,7%.

 

Lebih lanjut Deddy mengatakan, pemerintah mestinya melihat dengan bijaksana kemampuan industri dalam negeri, ketika tarif listrik dinaikan. Persaingan industri akan sangat ketat, terutama dengan industri dari luar negeri. Pemerintah diharapkan tidak hanya memikirkan keuntungan belaka, tetapi juga melihat kemampuan sektor industri secara keseluruhan, terutama dalam menghadapi pasar bebas.

 

Apindo Jabar, lanjut dia, telah menyampaikan penolakan kenaikan tarif listrik kepada Apindo Pusat untuk ditindak lanjuti. Selain itu, Apindo juga telah menyampaikan keberatannya kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hingga saat ini, Apindo masih melihat bagaimana kecenderungan DPR, apakah berpihak kepada pengusaha atau tidak.

 

Sementara itu, Ketua Kadin Jabar Agung Suryamal Sutisno mengatakan, kenaikan tarif listrik industri akan memberatkan pengusaha di tengah tingginya bunga bank dan upah tenaga kerja yang terus meningkat.

 

“Pemerintah mestinya mempertimbangkan kebijakan listrik murah dan optimalisasi energi terbarukan,” kata Agung. (Zulfikar)

comments powered by Disqus