Pengusaha Baru Sulit Akses Modal ke Bank

Ekonomi - 05/02/2013 01:08

BANDUNG, (PR).-

            Para Pengusaha Baru yang tengah merintis Bisnisnya masih sulit Mengandalkan Bantuan Modal dari Perbankan. Beberapa Persyaratan kerap menjadi Faktor penghalang bagi Pengusaha tersebut untuk mendapatkan Kreditit. Namun, hal itu beralasan karena Perbankan melakukannya atas dasar Kepatuhan terhadap  Undang-Undang.
            Demikian disampaikan oleh Deputi Bidang Pembangunan Sumber Daya Manusia Kementerian KUKM, Prakoso Budi Susetio kepada Wartawan seusai memberikan Sambutan dalam Acara Sosialisasi Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) 2013 di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jln. Ganeca, Bandung, Senin(4/2). “Saya yakin pihak Perbankan banyak juga yang memiliki keinginan untuk membantu para Pengusaha Baru, tetapi disisi lain mereka harus mematuhi Undang-Undang Perbankan. Oleh Karena itu, adanya berbagi Persyaratan Seperti Jaminan dan sejenisnya memang merupakan bentuk Kepatuhan terhadap Aturan,” katanya.

            Meskipun demikian, menurut Prakoso, jika para Pengusaha Baru tersebut berhasil dan bisa terus mengembangkan Usahanya, maka pihak Perbankan sendiri justru yang akan mencari mereka (Para Pengusaha Baru). Oleh karena itu, stimulus berupa pemberian Modal Usaha terhadap para Pengusaha Baru merupakan sesuatu yang penting.

            Untuk menumbuhkan para Pengusaha Baru, kami tidak meminjamkan Modal Usaha kepada mereka, tapi memebrikan Modal Usaha,” katanya.

            Walaupun begitu, tutur dia, perlu dipahami bahwa pemberian Modal tersebut Hakikatnya adalah “Pinjaman” dari Masyarakat, sehingga ketika Pengusaha Baru ini berhasil, mereka harus memberikan manfaat untuk Masyarakat.

            Untuk itu, setelah kami memberikan Modal terhadap mereka, para Pengusaha Baru tersebut akan diberikan Pendidikan selama satu Minggu. Selanjutnya, mereka terus dipantau dan di Bina agar bisa menyelesaikan Masalah bila terjadi Kesulitan,” Katanya.

            Adapun Pendidikan itu akan dimulai sekitar April mendatang. “Jadi biasanya Pengusaha itu dididik baru di kasih Uang, sekarang di balik, dikasih Uang dulu, baru kami Didik,” Katanya.      

                                                                                                                        Lapangan Kerja

            Pembina Usaha Kecil Menengah (UKM) Center Insitut Teknologi Bandung (ITB), Tengkuk Irham mengatakan, Pihaknya mengapresiasi Program GKN yang diusung oleh Kementerian KUKM mengingat, Pertumbuhan Pengusaha akan memberikan Kontribusi terhadap terciptanya Lapangan Kerja. “Meski demikian, Hal ini tidak berarti mengecilkan pilihan para Mahasiswa yang memutuskan untuk menjadi Karyawan keduanya sama-sama memberikan peran yang baik,” Katanya.

            Irham berharap, adanya GKN bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh para Mahasiswa yang memiliki Minat untuk menjadi Pengusaha. “Persyaratnya relatif mudah, cukup memiliki Ide yang bagus melalui Proposal, lalu Jujur dan Bersungguh-sungguh dalam Menerapkan apa yang sudah dituangkan dalam Proposal tersebut,” Katanya.  (A-207)***

comments powered by Disqus