Pelaku UMKM Waspadai ASEAN Community

Ekonomi - 15/02/2013 03:20

Persaingan dunia usaha di masa yang akan datang disinyalir akan semakin berat. Hal ini seiring dengan diberlakukannya ASEAN Community pada tahun 2015 mendatang.

            “Kita harapkan koperasi dan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah serta para pelaku usaha lainnya untuk waspada dan segera melakukan persiapan. Karena persaingan Usaha dimasa yang akan datang akan sangat ketat seiiring dengan diberlakukannya ASEAN Community ditahun 2015 nanti,” Jelas Ketua Umum Kadin Jabar, Agung Suryamal Sutisno, Kamis (14/2).

            Dikatakannya, ASEAN Community memang akan membuat persaingan Dunia Usaha menjadi semakin ketat. Seiiring diserbunya Indonesia oleh para pelaku Usaha dari luar Negeri. Terlebih Indonesia sendiri menjadi pasar yang potensial bagi para pelaku Usaha luar Negeri untuk memasarkan produk mereka.

            “Ini tidak bisa dibendung, oleh karena itulah para pelaku Usaha perlu mempersiapkan segala sesuatunya dari sejak dini,” jelsanya.

            Terkait itu, lanjut Agung, pihaknya pun berharap agar Pemerintah memiliki perhatian yang lebih terhadap Dunia Usaha khususnya untuk para pelaku Usaha koperasi dan UMKM. Sehingga hal tersebut bisa mendorong daya saing mereka untuk berkompetisi pada moment asean community.

            “Mulai sekarang ini Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah harus betul-betul memperhatikan pelaku KUMKM dan Dunia Usaha lainnya. Jangan sampai mereka kalah  bersaing oleh pelaku dari luar,” katanya.

            ASEAN Community sendiri akan menjadi tantangan bagi para pelaku di Dunia Usaha. Namun demikian disatu sisi hal tersebut menjadi ancaman. Sehingga untuk mendorong hal itu, pelu ada sinergi dari berbagai pihak sebagai solusinya.

            “Pemerintah harus membuat regulasi-regulasi yang mendorong perkembangan KUMKM dan Dunia Usaha. Sehingga pada saatnya mereka bisa siap menghadapi itu,” katanya.

            Memang, lanjutnya, saat ini pertumbuhan Ekonomi di Jabar cukup baik dan mencapai diatas 6,3 persen, tetapi pertumbuhan tersebut masih belum berkualitas. Dimana banyak yang belum menikmati pertumbuhan tersebut.

            Seperti halnya Masyarakat yang ada di suatu Kawasan Industri. Mereka belum merasakan kontribusi dari meningkatkan Investasi disana. Seperti halnya di Kerawang, disana Industri tumbuh pesat. Tetapi kontribusi terhadap kesejahteraan Masyarakat belum Optimal.

            “Pemerintah harus membuat rambu-rambu, karena pertumbuhan Investasi harus seiring dengan pertumbuhan kesejahteraan Masyarakat disekitarnya. Sehingga pertumbuhan Ekonomi pun bisa merata,” katanya.

            Tidak hanya itu saja, Pemerintah pun harus segera membenahi Infrastruktur. Hal itu sangat penting untuk percepatan pembangunan disuatu Daerah.” Infrastruktur sangatlah penting, untuk perlancar Distribusi dan pergarakan Masyarakat,” katanya.

            Hal senada pun diungkapkan Kepala Dinas KUMKM Jabar Anton Gustoni. Dikatakannya para pelaku di Dunia Usaha khususnya KUMKM perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi ASEAN Community. Terlebih hal itu biasa membuat tantangan Usaha menjadi lebih berat dan Kompleks.

            Ini harus segera dipersiapkan, karena para pengusaha dari luar saat ini sedang bersiap-siap untuk masuk ke Indonesia. (Agus Hermawan/”GM”)**     

 

comments powered by Disqus