Mendukung Sukses Penjualan

Ekonomi - 20/02/2014 08:42

 Branding” Produk UKM

 

BRANDING merupakan istilah yang tidak asing di kalangan dunia usaha. Brand merujuk pada merek produk atau jasa, sedangkan Branding adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk membangun dan membesarkan brand.

 

BRANDING juga merupakan konsep pemasaran, yang digunakan untuk menciptakan kesadaran yang lebih besar pada konsumen tentang produk yang di-branding. Hasil akhir dari  branding adalah peningkatan penjualan.

 

Cara paling umum yang dikenal untuk kegiatan  branding adalah dengan reklame. Bisa anda lihat berbagai billboard di pinggir jalan, umumnya tidak “berbicara” untuk menawarkan produk, tapi sekedar mengingatkan keberadaan produk bersangkutan.

 

Cara lainnya adalah dengan menjadi sponsor sebuah kegiatan. Perusahaan ingin menanamkan kesan tertentu pada konsumennya dengan berpartisipasi membiayai kegiatan tertentu, misalnya produk bumbu dapur akan senang menjadi sponsor kegiatan lomba memasak.

 

Namun, benarkah branding akan meningkatkan penjualan?

 

Ratusan ribu (bahkan mungkin jutaan) billboard di Indonesia membuktikan efektivitas branding. tak mungkin perusahaan mengeluarkan biaya sampai miliaran rupiah untuk pemasangan billboard, jika tidak ada manfaatnya.

 

Begitupun untuk sponsorship kegiatan, bisa dikatakan hampir selalu ada setiap saat. Jika anda perhatikan, pernahkah melihat satu kegiatan tanpa ada sponsornya? Jawabannya, kemungkinan besar tidak pernah.

 

Sebagai salah satu entitas usaha, UKM juga sangat memerlukan branding agar bisa memajukan usaha. Namun, tentu saja tidak disarankan dengan jalan membuat billboard atau menjadi sponsorship. Biayanya sangat tidak rasional untuk para pelaku UKM.

 

Akan tetapi, tak perlu risau, ada cara lain yang berbiaya relatif sangat murah dan tidak kalah efektif. Menurut Manager Pusat Informasi Bisnis, Kadin Kota Bandung Mamat Rachmat, berbagai kemajuan dibidang teknologi informasi membuka peluang luar biasa bagi pelaku UKM untuk melakukan branding, diantaranya dengan menggunakan media sosial seperti Facebook, Tweeter, dan Instagram.

 

Dengan media tersebut, pelaku UKM tinggal membuat semacam profil usaha untuk produk di situs web jejaring sosial. Kunci sukses pembuatan media sosial adalah anda harus selalu berpartisipasi didalamnya.

 

Artinya,  anda harus selalu online dengan media sosial yang anda gunakan. Pelaku UKM yang gagal menggunakan online untuk bisnisnya, umumnya dikarenakan tidak rajin berpartisipasi dimedia sosialnya. Jadi, setelah memajang profil, ditinggal begitu saja.

 

“Ini yang salah. Jika jualan secara online, HP atau komputer yang tersambung harus selalu siap digunakan sehingga setiap calon konsumen bertanya ini-itu, bisa di jawab dengan cepat. Akan lebih efektif lagi, jika konsumen-konsumen yang sudah di layani,dimintai tolong untuk memberikan testimony di laman anda,” katanya,

 

Cara lainya adalah dengan memasang brand anda di search engine. Targetnya, setiap pengguna internet yang mencari sesuatu dengan kategori yang terkait dengan produk anda, akan muncul brand anda di search engine.

 

Cara ini sangat efektif mengingat search engine adalah entitas online  terbesar. Namun, agar brand anda bisa muncul di urutan atas search engine, memang membutuhkan keahlian khusus. Jika ingin lebih mudah, bisa meminta bantuan penyedia jasa untuk hal itu, tapi pastinya ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk itu.

 

Cara lainya adalah dengan membuat blog. Banyak tersedia blog-blog gratis yang bisa dilakukan pelaku UKM untuk melakukan branding. Membuat blog juga memiliki nilai lebih karena  search engine sangat menyukai blog (menaruhnya pada posisi atas pencarian). Hal ini seharusnya bisa meyakinkan pelaku UKM untuk segera membuat blog untuk bisnis mereka.

 

Cara lainya adalah dengan menggunakan pay per click/PPC (beriklan dengan pembayaran jika di klik pengguna internet). Beriklan dengan cara ini umumnya sangat hemat, saat ini media iklan PPC terbesar adalah Google Adcence.

 

Menurut Ketua Komite Tetap Bidang Industri Kerajinan Tradisional, Kadin Kota Bandung Edwin Miftahudin, sebenarnya sudah banyak pengalaman sukses pelaku UKM yang menggunaka media online dalam bisnisnya.

 

Dia mengaku menggunakan media online untuk mendongkrak salah satu bisnisnya dibidang air minum dan pengolahan air. Itu pun menempuhnya baru dengan cara yang paling gampang, yaitu beriklan di situs web yang menyediakan layanan untuk itu.

 

Hal itu dilakukan dengan pertimbangan, beriklan di online jangkauan konsumenya lebih luas dan biaya nya sangat murah. Dengan layanan situs iklan, dia hanya mengeluarkan biaya Rp. 20.000 untuk mendapatkan paket dengan isi 20 poin. Saat ini, dia hanya menggunakan layanan yang menghabiskan satu poin selama sebulan beriklan (artinya Rp. 20.000 bisa untuk 20 bulan).

 

Hasilnya, baru tiga bulan sudah memberi dampak signifikan. Orderan yang diterima bisanya sebulan satu kerjaan. Konsumen yang sebelumnya hanya terbatas di kawasan Bandung, kini sebaranya hampir seluruh Jawa Barat.

 

“Malah, ada pesanan dari Cilacap dan Maluku, tapi enggak jadi. Karena setelah di hitung-hitung biaya transportasinya, calon konsumenya mundur. Harga yang masih masuk, kalau kearah timur paling jauh ke Kota Banjar dan ke barat Kota Tanggerang. Diluar itu Biayanya jadi terlalu mahal.” Ujarnya. (Y Fitriadi/”PR”)

comments powered by Disqus