Mencari Solusi Dengan Memahami Masalah

Ekonomi - 15/12/2013 10:03

Merupakan hal yang wajar jika dalam menjalankan usaha sering menghadapi berbagai permasalahan. Mulai dari permasalahan terkait operasional, sampai pada permasalahan yang rumit seperti ekspansi usaha.

 

Menurut Manager Pusat Informasi Bisnis Kadin Kota Bandung, Mamat Rahmat, secara garis besar permasalahan dalam bisnis padadasarnyaterbagi dalam dua jenis, yaitu masalah internal (biasanya timbul dari sistem dan strateg) dan masalah eksternal (biasanya terkait pasar).

Kewirausahaan seorang pelaku UKMsebenarnya ditakar oleh proses penyeimbangan factor internal dan eksternal tadi. Usaha tidak akan berkembang dengan baik, sekalipun sistem manajemen dan strateginya hebat, tetapi tanpa didukung dengan kemampuan membaca pasar.

 

Sebaliknya, peluang pasar yang sangat besar pun tidak akan dimanfaatkan jika sistem dan strategi bisnisnya buruk. Malah dalam jangka panjang, ketidak mampuan mengisi pasar akan berakibat di tinggal oleh konsumen.

 

Paling celaka adalah jika sistem dan strategi tidak bagus, yang didukung oleh pemeliharaan pasar yang buruk pula, dipastikan usaha seperti ini hasilnya akan bangkrut  dengan segera. Lantas, bagaimana caranya supaya factor internal dan eksternal tadi bisa berjalan selaras.

 

Menurut Mamat, cara satu-satunya adalah dengan mengenali semua factor tersebut dengan baik sehingga akan memiliki kontrol yang baik pula jika suatu saat    terdapat masalah. Dari sisi internal, sistem manajemen bisa dianalogikan seperti hukum dalam sebuah Negara.

 

Bayangkan, jika Negara tanpa hukum, maka chaos akan terjadi di sana sini. Begitu pun perusahaan tanpa sistemakan memunculkan masalah di sana sini tanpa henti. Sampai perusahaanya hancur.

Sistem manajemen fungsi utamanya adalah untuk memandu semua bagian, bergerak pada arah yang menjadi sasaran perusahaan. Hal ini pun yang membedakan pengusaha dengan pekerja, pekerja menjalankan tugas dengan panduan sistem yang ada. Sementara itu, pengusaha membuat sistem yang bisa menggerakan pekerjanya secara efektif.

 

Umumnya,  manajemen perusahaan  terbagi dalam dalam lima bagian besar keuangan (akuntansi, laporan, pembelian, persediaan, dll.), produksi (pengerjaan, quality control, pengemasan, pemilihan bahan baku, dll.) . Operasional (peraturan perusahaan, budaya kerja, jam kerja, dll.), dan bagian SDM(sistem perekrutan, penggajian, tunjangan, reward and punishmen,dll.).

 

Pengusaha yang baik, dalam skala usaha mana pun, harus bisa memahami dengan baik semua bagian tersebut. Tidak perlu menjadi ahli disemua bagian, tetapi mengetahui persis proses kerja di bagian-bagian tersebut.

 

Tingakat pemahaman terhadap bagian-bagian tersebut, menentukan seberapa baik strategi usaha yang bisa di buat. Pengusaha yang tidak paham produksi tentu akan sulit memutuskan strategi yang jitu untuk melakukan efisiensi. Begitu pula halnya dalam meningkatkan penjualan, pengusaha yang tidak paham  pemasaran mana mungkin bisa menemukan strategi penjualan yang efektif.

 

Menurut mamat, jika seorang pengusaha sudah memiliki kemampuan membuat   sistem dan strategi yang baik yang di butuhkannya tinggal proposal. Yaitu peoposal untuk mengakses ke sumber permodalan, untuk membiayai peningkatan usahanya.

 

Sementara itu, berkaitan dengan factor eksternal (sapar atau konsumen), pengusaha juga harus memahami bagian-bagiannya mulai dari pengimpor, distributor, agen penjualan, sampai kepada pedagang eceran. Hal tersebut diperlukan untuk mengetahui proses pemasaran dan informasi tentang berbagai perubahan. Baik berupa perubahan selera ataupun perubahan kebutuhan pasar.

Untuk mendapatkan informasi mengenai pasar, juga perlu dicari lebih jauh dari sumber-sumber lain. bisa melalui internet,media massa, kunjungan lapangan, pameran, diskusi, seminar, asosiasi dll. Seberapa efektif  pengusaha bisa mendapatkan informasi-informasi yang berkualitas, akan menentukan perkembangan usahanya. ( Y. Fitriadi/PR)

comments powered by Disqus