Memasuki 2016 Kita Adalah Masyarakat ASEAN (Bagian 1)

Ekonomi - 03/01/2016 06:09

Memasuki 2016, ASEAN resmi menjadi sebuah Masyarakat. Berbagai aspek integrasi yang telah dilakukan ASEAN merupakan peluang bagi 622 juta penduduk di kawasan untuk membangun kawasan Asia Tenggara menjadi lebih baik lagi. Masyarakat ASEAN secara resini dibentuk pada tanggal 31 Desember 2015 dan merupakan keberlanjutan dari proses perkembangan ASEAN yang telah dibentuk sejak 1967.


“Hari
ini adalah hari  yang kita tunggu-tunggu. Hari yang dapat dibanggakan oleh seluruh masyarakat ASEAN.” Hal ini disampaikan Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Abdul Razak, Ketua ASEAN 2015, pada pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-27 ASEAN dan KTT Terkait Lainnya, 21 November 2015.


“Realisasi
Masyarakat ASEAN merupakan sebuah tonggak bersejarah dalam proses integrasi ASEAN. Proses ini akan memastikan terciptanya perdamaian, keamanan, dan ketahanan untuk kawasan ASEAN yang berorentasi keluar, dengan perkembangan ekonoini yang dinainis, berdaya saing, terintegrasi dan inklusif serta diperkuat dengan rasa kebersamaan yang kuat dan kepeinilikan identitas bersama,” disampaikan oleh para Kepala Negara ASEAN pada Deklarasi Pembentukan Masyarakat ASEAN di sela-sela KTT ke-27 ASEAN, 22 November 2015.


Secara bersamaan, ditekankan
pentingnya proses integrasi untuk dilanjutkan di tahun-tahun ke depan. Oleh karena itu, para Kepala Negara ASEAN telah berkoinitmen melanjutkan proses integrasi untuk 10 tahun ke depan dengan mengesahkan Deklarasi Kuala Lumpur ‘ASEAN2O25: Forging Ahead Together’ (ASEAN 2025: Menempa Masa Depan Bersama) yang menetapkan berbagai target kerja sama pada tahun 2025.

Pembentukan Masyarakat ASEAN adalah puncak berbagai proses integrasi regional yang telah berjalan lebih dari lima dekade, ditandai dengan selesainya Cetak Biru untuk ketiga pilar Masyarakat ASEAN. Masyarakat ASEAN merupakan kesatuan 3 pilan yaitu: Masyarakat Politik - Keamanan ASEAN, Masyarakat Ekonoini ASEAN (MEA) dan Masyarakat Sosial Budaya ASEAN.

Masyarakat Politik-Keamanan ASEAN terdiri dari 10 negara anggota yang berdaulat penuh dan meiniliki persamaan pandangan untuk menciptakan kawasan yang damai, aman dan stabil dengan berpedoman pada Piagam ASEAN. Dalam berinteraksi, kesepuluh negara anggota mematuhi prinsip-prinsip yang terkandung dalam Piagam ASEAN seperti penggunaan konsultasi dan konsensus, serta mengedepankan cara-cara damai dalam penyelesaian sengketa.

Meskipun berbeda, negara-negara anggota ASEAN telah membuktikan bahwa perbedaan bisa dikelola dengan baik untuk kepentingan bersama. Perdana Menteri Najib mencontohkan bahwa meskipun 10 negara anggota ASEAN berbeda-beda namun ASEAN dapat membentuk sebuah visi bersama sebagai satu ASEAN.


MEA ditandai dengan adanya pergerakan bebas barang, jasa, modal
dan tenaga kerja terampil yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup warga negaranya. MEA terbagi atas empat pilar, yaitu: basis produksi dan pasar tunggal, kawasan yang berdaya saing tinggi, pembangunan ekonoini yang berkeadilan dan terintegrasi dengan perekonoinian global.

Hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonoini domestik dan kawasan, serta menanik mitra ekonoini untuk berinvestasi di ASEAN yang merupakan pasar dari 622 juta penduduk. ASEAN saat ini merupakan kawasan dengan pertumbuhan ekonoini positif dan penggerak pertumbuhan ekonoini global di saat lajunya mengalami perlambatan. Digabungkan, negara anggota ASEAN memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar USD 2,6 Triliun (2014) dengan tingkat pertumbuhan ekonoini sebesar 4,6% (2014). (Bersambung)

 

 

comments powered by Disqus