Mayoritas UMKM Lemah Pembukuan Keuangan

Berita KBTC - 06/05/2016 03:30

Hingga kini, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masjh memiliki sejumlah kendala dan hambatan. Hambatan itu tidak hanya eksternal, semisal jaringan pasar dan akses perbankan, tetapi juga internal, seperti sistem manajerial dan pembukuan.

“Benar. Masih banyak pelaku UMKM, termasuk di Kota Bandung, yang sistem manajerial dan pencatatan finansialnya lemah. Sekitar 70 persen UMKM masih mengalami masalah dalam pembukuan,” tandas Direktur Kadin Bandung Trainning Center (KBBC), Bambang Tris Bintoro, Kamis (21/4).

Padahal, kata Bin, sapaan akrabnya, dalam dunia usaha, pencatatan penbukuan merupakan unsur penting. Pasalnua, jelas dia, melalui sistem pembukuan dan pencatatan keuangan yang baik, para pelaku usaha, khususnya sektor UMKM dapat mengetahui perkembangan bisnisnya. Jika pembukuan dan pencatatan keuangannya baik, lanjut Bin, tentunya, pelaku UMKM dapat mengevaluasi kelemahan sekaligus menyusun rencana bisnisya supaya dapat berkembang.

Untuk itu, ungapknya, guna mendorong keberadaan para pelaku UMKM, dalam hal pencatatan dan pembukuan keuangan, pihaknya melakukan berbagai upaya. Di antaranya, memberi pendidikan dan pelatihan tentang manajerial dan oembukuan serta pencatatan keuangan bagi para pelaku UMKM. (ADR Jabar To Day)

 

comments powered by Disqus