Liberalisasi Perdagangan

Ekonomi - 20/03/2013 03:45

LIBERALISASI PERDAGANGAN

UKM agar Manfaatkan Peluang

JAKARTA- Pemerintah mendorong percepatan proses produksi usaha kecil dan menengah agar Tanah Air menjadi objek liberisasi perdagangan tetapi justru memanfaatkan peluang tersebut.

                                                                                   

     Menteri Koperasi UKM Syarifuddin Hasan mengatakan jika hanya menggantungkan pada basis konsumsi dengan populasi sekitar 241 Juta orang, Indonesia hanya menjadi objek liberalisasi perdagangan.

     “Indonesia hanya mempunyai waktu 3 tahun menuju masyarakat ekonomi Asean. Waktu itu jelas sangat pendek untuk mempersiapkan basis produknya,“ katanya dalam Diskusi Bersama Seratus Kaum Wirausaha Muda bersama dengan Microsoft Indonesia di Jakarta, Selasa (19/3).

     Dia melanjutkan dari jumlah penduduk itu 40 Juta orang hingga 50 Juta orang diantaranya masuk dalam kategori pengusaha. Namun, 40% dari kelompok pengusaha itu masih memasarkan produk impor.

     Syarifuddin mengatakan pengusaha UKM di Indonesia harus meningkatkan daya saing produk produksinya, sehingga mampu bersaing pada saat liberalisasi pedagangan resmi berlaku dalam 3 tahun kedepan.

     Selain itu, dia mengingatkan ancanam besar lainnya adalah liberalisasi disektor jasa terutama pekerja. Pada saat ini asean masih membatasi leberalisasi sektor jasa baru pada level spesialis, manajer, dan direktur.

     “Namun, pada waktunya penetrasi terhadap tenaga kerja dari luar negeri mau tidak mau akan terjadi padahal angka pengangguran didalam negeri masih tinggi,” kata Menteri Koperasi dan UKM itu.

     Syarifuddin mengingatkan seluruh pemangku kepentingan harus memiliki komitmen, meningkatkan kwalitas SDM terutama di lever UKM sekaligus meningkatkan jumlah wirausahawan di dalam negeri.

     Idealnya, ujarnya, untuk mencapai kesejahteraan bangsa diperlukan wirausahawan minimal 2% dari populasi. Hingga saat ini, jumlah wirausahawan di Indonesia masih sekitar 3,7Juta orang atau 1,59% dari total penduduk.

     “Kami berupaya meningkatkan rasio jumlah wirausahawan dengan jumlah penduduk Indonesia menuju angka ideal lebih dari 2% diantaranya melalui program wirausaha sarjana, pelatihan kewirausaan,dan program kredit usaha rakyat (KUR).

PROFOSAL BISNIS

     Sementara itu, puncak peringatan 3 tahun Gerakan Kewirausahaan Nasional di hadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Kabinet Indonesia Bersatu, serta perwakilan negara-negara sahabat.

     Peringatan GKN yang diadakan di Stadion Utama Senayan diperkirakan dipadati sekitar 40.000 orang, termasuk diantaranya 1.500 pemenang lomba profosal bisnis yang diadakan Kementrian Koperasi dan UKM.

     Para pemenang tersebut mengantongi modal usaha yang berkisar Rp.5 juta hingga Rp.25 juta.

      Lomba tersebut merupakan bagian dari peringatan GKN 2013. Sejak Desember 2012, pemerintah gencar melakukan sosialisasi wirausaha ke 85 perguruan tinggi di kawasan Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten.

     Panitia setidaknya menerima 21.538 proposal bisnis dari mahasiswa dan kelompok masyarakat strategis.

     Dari jumlah itu sebanyak 2000 proposal dinyatakan lolos ketahap seleksi akhir yang selanjutnya ditetapkan menjadi 1.500 pemenang.

     “Melalui program itu wirausahawan diharapkan mampu menciptakan program kerja dan menurunkan tingkat pengangguran.

     Pada tahun lalu angka pengangguran mencapai 6,14% dan pada 2014 diharapkan turun  hingga 5%.”

comments powered by Disqus