Kinerja PGN (Menakar ambisi Penangkar Gas)

Ekonomi - 13/03/2013 03:33

-Kinerja PGN

Menakar Ambisi si Pengantar Gas

Dengan slogan ‘energi for life’, PT. Perusahaan gas Negara (Persero) tbk (PGAS) terus memekarkan diri menjadi perusahaan energy terintegrasi, laiknya PT Pertamina (persero). Sejauh mana ambisinya?

PT. Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memulai integrasi bisnisnya pada 2011, meninggalkan bisnis hilir distribusi gas melalui pipa. Tahun itu PGN merambah teknologi, pengangkutan gas yang lebih modern, dengan membangun terminal gas terapung.

Proyek terminal gas terapung (floating storage and regasifikation unit / FSRU) itu bekerjasama dengan pertamina di FSRU Jawa Barat, yang lalu membentuk usaha patungan bernama PT. Nusantara Regas. Tidak hanya itu, PGN kemudian mengelola sendiri proyek FSRU di Lampung.

Proyek tersebut dikerjakan Hoega LNG dan PT. Rekayasa Industri. Pada 27 Februari 2013, konstruksi FSRU telah memasuki tahap pembangunan bagian dasar kapal (keel laying) FSRU, yakni digalangan kapal Hyundai Heavy Industri Ulsan, Korea Selatan.

Kalau tak ada aral melintang, tahun depan fasilitas tersebut akan beropera komersial, menggali rekan gasnya untuk pelanggan di Jawa Barat dan Lampung. PGN juga telah mendirikan anak usaha khusus gas alam cair (liquid natural gas / LNG) pengelola FSFU Lampung, yakni PT. PGN LNG Indonesia.

Selain itu, PGN juga membentu anak usaha lainnya yaitu PT. Gagas Energi Indonesia.

Perusahaan ini juga telah membantu menyediakan gas untuk gas alam terkompresi (com pressed natural gas / CNG ) ke pom bensin pengisian gas, dan pemanfaatan sebagian gas hasil regasifikasi LNG.

Beralih kehulu, PGN huga membentuk PT Saka Energi Indonesia pada Juni 2011. Melalui sakalah PGN mulai mengelola blok nigas,  baik yang konfensional maupun yang nonkonfnsional. Langkah ini terbilang berani mengingat dibisnis itu ada resiko tinggi yang butuh investasi besar. Bersama dengan PT Medco CBM lematang dan PT Methanindo Energy Resourts, saka mengelola blok gas Metana Batu Bara (coal bed methane / CMB) Lematang di Sumatra Selatan. Blok tersebut di dapatkan pada 2011.

Yang terbaru, saka melalui anak usahanya PT Saka Perdan Ketapang, sudah mendapatkan restu dari pemerintah untuk mengakuisisi 20% hak partisipasi blok ketapang dari Sierra Oil Service Limitted. Blok tersebut berada di Laut Utara Pulau Madura, Jawa Timur.

Produksi Lapangan Bukit Tua di Blok Ketapang di targetkan sebesar 50 juta kaki kubik per hari (bph) pada juni 2014. Perseroan juga siap  bekerjasama dengan petronas selaku operator di blok tersebut.

KINERJA 2012

Dengan agresifikas disisi hulu itu, menjadi menarik memperhatikan bagaimana kinerja PGN pada 2012. Dari sisi operasional, volume penjualan gasnya mencapai 807 MMscfd.

Pada saat yang bersamaan PT. Transgasindo, anak usaha PGN, juga berhasil menaikan pengaliran volume transmisi gas menjadi 877 MMscfd, naik sebelumnya 845 MMscfd. Capaian ini akan menjadi modal peningkatan lebih lanjut tahun ini.

Secara keseluruhan pendapatan bersih PGN selama 2012 naik 15,24 % dari 2011 sebesar US$2,23 milliar menjadi US$2,57 milliar distribusi gas untuk pelangganan industry masih jadi sumber pendapatan utama perseroan sebesar US$2,31 milliar atau 89,88% dari total pendapatan US$2,57 milliar.

Laba bersihnya naik 30,39% menjadi US$915,25 juta, dan US$890,88 juta diantaranya adalah laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Berdasrkan risert JP Morgan yang dirilis 4 maret 2013, laba bersih yang hampir US$891 juta itu 8% diatas perkiraan JP Morgan, US$817 juta.

Risert tersebut disusun oleh Stepanus Juanda, analis JP Morgan securitie (Asia Pasifik) limited JP Morgan mencatat PGN akan mendapatkan tambahan suplai gas sebesar 70 MMscfd dari Lapangan Terang Sirasun Batur mulai Mei 2013.

PGN juga sedang mengincar tambahan suplai gas dari Lapangan Suban 3 milik ConcoPhillips sekitar 100-150 MMscfd mulai 2014. Selain itu, PGN juga terus mencari pasokan LNG untuk FSRU Jawa Barat tahun ini sebesar 50-200 MMscfd, yang diperkirakan bisa menambah 7-26% pendapatan.

“Dengan kontrak gas baru sebagai katalis dan target harga yang kami naikkan 16%, kami pertahankan rating overweight untuk PGAS. Dengan kinerja 2012 yang diatas ekspektasi, kami menaikan proyeksi pendapatan tahun ini dan 2014 masing-masing naik 4% dan 14% tulis risert tersebut.

Dalam 3 tahun kedepan, JP Morgan memprediksi sektor pembangkit listrik dapat memicu pertumbuhan laba bersih PGN karena pembangkit listrik PLN sudah banyak beralih dari berbahan minyak jadi berbahan gas atau batu bara.

comments powered by Disqus