Kadin: Masak Sih Sayur Mayur Saja Impor, Apa Sulitnya untuk Kita Tanam?

Ekonomi - 28/01/2013 01:57

Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyambut baik langkah pemerintah melakukan pengetatan impor produk hortikultura seperti sayur dan buah. Selain itu, Kadin mendesak pemerintah untuk memberikan insentif terhadap petani-petani.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulisto sata ditemui usai Rapat Kerja Pemerintah di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Senin (28/1/2013).

"Kita harus memberikan insentif apa yang harus kita berikan terutama kepada UKM untuk memenuhi pasokan mereka," ungkap Suryo.

Suryo mengaku prihatin dengan praktik impor hortikultura selama ini. Menurutnya, Indonesia sebetulnya mampu untuk menghasilkan komoditi tersebut tanpa harus melakukan impor.

"Masa sih kita sayur mayur aja impor, apa sulitnya untuk kita tanam," katanya.

Meski demikian, ia tidak menampik ada pihak-pihak yang dirugikan dari implementasi kebijakan ini, yaitu pengusaha importir. Namun menurutnya, meningkatkan produksi dalam negeri adalah hal yang lebih penting ketimbang mensejahterakan importir.

"Kalau impor, importir itu banyak untung, tapi yang lebih penting adalah bagaimana meningkatkan produksi dalam negeri," pungkasnya.

Seperti diketahui, pemerintah melakukan pelarangan impor terhadap beberapa produk holtikultura dalam 6 bulan ke depan. Berlaku dari Januari hingga Juni 2013.

Adapun 13 produk holtikultura yang dilarang mulai Januari-Juni 2013 ini adalah:Kentang, Kubis, Wortel, Cabai, Nanas, Melon, Pisang, Mangga, Pepaya, Durian, Bunga Krisan, Bunga Anggrek dan Bunga Heliconia.

comments powered by Disqus