Kadin Impor 2.500 Kapal Senilai Rp15 Triliun

Ekonomi - 28/01/2013 10:28

JAKARTA-Kamar Dagang dan Industri Indonesia berencana mengimpo 2.500 kapal senilai Rp15 triliun mulai tahun ini hingga 2017 dalam rangka menekan biaya ligistik di dalam negeri .

            Natsir Mansyur, Wakil Ketua Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah dan Logistik, mengungkapkan kapal-kapal yang didatangkan dari China itu merupakan kapal kecil dengan kapasitas 1.500 - 3.000 TEUs. Kapal-kapal tersebut selanjutnya akan melayani pelayaran jarak dekat [short-sea shipping] .

            Natsir menjelaskan kapal-kapal impor itu akan digunakan untuk melayani distribusi antar pulau. Langkah ini, sambungnya, sebagai salah satu bentuk kontribusi Kadin terhadap upaya pemerintah menurunkan biaya logistik menjadi 10% pada 2015 .

            “Jadi setahun 500 unit. Kapalnya dari China dan impornya menggunakan fasilitas BKPM. Ini peran dunia usaha dalam menurunkan biaya logistik,” katanya, Senin (28/1) .

            Lebih lanjut Natsir menuturkan pengadaan kapal ini membutuhkan infrastruktur pendukung berupa pelabuhan-pelabuhan kecil. Oleh karena itu, pemerintah diminta ikut berkontribusi dengan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur pendukung .

            “Ada 40 pelabuhan kecil. Kadin yang menyiapakan kapal, pemerintah yang bangun infrastruktur pelabuhan,” katanya.

            Kendatai demikian, Kementrian Perindustrian mengaku tidak setuju dengan langkah Kadin tersebut .

 

TIDAK SETUJU

            Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengungkapkan langkah impor yang diambil Kadin tidak tepat .

            Menurutnya, penurunan biaya logistik dapat diupayakan melalui perbaikan sistem, efisiensi penggunaan pelabuhan, penurunan tariff, dan pemberantasan pungutan liar .

            Oleh karena itu, lanjut Menperin, pemberian intensif terhadap invensitas pengadaan kapal melalui impor itu hampir hampir dipastikan tidak akan ada .

            “[Pemberian intensif] Belum dibicarakan, tetapi saya piker itu tidak mungkin [diberikan]. Kalau mengimpor ribuan [kapal], selain tidak nasionalis juga tidak memperkuat industry dalam negeri,” ujarnya .

            Menperin mengungkapkan pemerintah akan mempertimbangkan pemberian intensif jika pemenuhan kebutuhan kapal berasal dari dalam negeri. “Kapal dalam negeri itu ada 11.500 unit, galangnnya lebih dari 200. Kami sedang memperbanyak itu dan perbaikannya diusahakan bisa dilakukan semuanya di Indonesia, jelasnya. (Hedwi Prihatmoko)

           

comments powered by Disqus