Jerman Apresiasi Ekonomi RI

Ekonomi - 13/02/2013 02:25

JAKARTA – Pemerintah Jerman mengapreasi pertumbuhan Ekonomi di Indonesia dan menargetkan dialog regular dengan Indonesia dalam rangka meningkatkan hubungan Ekonomi diantara kedua Negara .

            Hal itu diungkapkan oleh Menteri luar Negeri Republik Federal Jerman Guido Westerwelle di sela-sela kunjungannya di Tanah Air.

            “Indonesia, dengan perekonomiannya yang tumbuh adalah sebuah success story. Saya ucapkan selamat. kami ingin menyusun dialog regular diantara kedua Negara, terutama di Bidang Ekonomi,” ujar Guido dalam jumpa pers di Gedung Pancasila Kemetrian luar Negeri sesuai pertemuan Bilateral dengan Menteri luar Negeri RI Marty M. Natalegawa, Senin (11/2).

            Kedatangan Guido ke Indonesia kali ini itu membawa misi peningkatan kerjasama Ekonomi. Dalam lawatannya kali ini, Menlu Jerman membawa serta Sembilan pelaku usaha berbagai Bidang dari Negara tersebut.

            Dalam pertemuan dengan Marty, Jerman dan Indonesia juga menbahas tindak lanjut pengembangan kemitraan sebagaimana terangkum dalam Deklarasi Jakarta pada delapan Bidang, antara lain Bidang Ekonomi, kesehatan, Pendidikan, Riset dan teknologi, industry pertahanan, ketahanan pangan, ketahanan energi, dan transportasi .

            Deklarasi Jakarta dihasilkan dari pertemuan kedua kepala Negara, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Kanselir Jerman Angela Merkel, pada Juli 2012 saat Merkel mengunjungi Indonesia.

            Indonesia dan Jerman juga kembali menegaskan komitmennya untuk mencapai target volume perdagangan sebesar US$12 miliyar pada 2015, sebagaimana yang pernah diungkapkan kedua kepala Negara.

            Peningkatan kerjasama dibidang Ekonomi dilakukan atas dasar masih banyaknya peluang yang belum dimanfaatkan oleh kedua Negara. Volume perdagangan kedua Negara saat ini tercatat sebesar US$5,92 miliyar pada Januari-Oktober 2012, naik dari US$5,62 miliyar pada periode yang sama 2011,

            “kami sepakat untuk meluncurkan dialog strategis reguler, untuk , membahas tidak hanya persoalan bilateral tetapi juga regional dan global,” ujar Marty.

            Pada pertemuan tersebut, kedua Menteri juga membahas persiapan rencana kunjungan kenegaraan SBY ke Jerman pada 3-6 Maret 2013 atas Undangan Presiden Republik Federal Jerman, Joachim Gauck.

 

INVESTASI

            Secara terpisah, ketua asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) Softjan Wanandi mengatakan beberapa perusahaan besar hingga skala kecil dan menengah dari Jerman akan menanamkan modalnya di Indonesia. Investasi itu, menurut Sofjan, akan mengedepankan penerapan teknologi canggih.

            “Perusahaan yang akan masuk saya pikir Volswagen, Ferrostaal, dan perusahaan UKM. Beberapa diantaranya juga akan bekerjasama dibidang perkapalan dan lain-lain. Nanti akan terjadi beberapa business meeting untuk membicarakan hal ini,” kata Softjan disela-sela business Luncheon Indonesia-German Partnership, Senin (11/2). (Rio Sandi P. & Anggi Oktarinda)        

 

comments powered by Disqus