Jelang AEC, Kadin Kota Bandung Segera Gulirkan Sertifikasi

Ekonomi - 18/09/2015 05:33

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Menjelang bergulirnya agenda kerjasama ekonomi ASEAN, yang terkemas dalam ASEAN Economic Community (AEC), pada awal 2016, berbagai kota-kabupaten di Indonesia terus melakukan persiapan. Itu karena tingkat persaingan, tidak hanya produk, tetapi juga sumber daya manusia (SDM) kian ketat.

Menyadari hal itu, jajaran Kadin Kota Bandung pun menyiapkan beragam jurus. Satu di antaranya, bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kota Bandung, wadah bagi para pelaku dunia usaha di Kota Kembang itu segera menggulirkan program sertifikasi. “Rencananya, April 2016. Tapi, mengingat persaingan yang kian ketat, kami gulirkan lebih awal, yaitu menjadi Desember 2015,” tandas Ketua Kadin Kota Bandung, Deden Y Hidayat, di Graha Kadin Kota Bandung, Jalan Talagabodas 31 Bandung, Kamis (17/9).

Menurutnya, ketika AEC bergulir, pihaknya melihat ada 3 unsur penting yang harus mendapat perhatian serius agar daya saing tidak lemah. Pertama, sebutnya, yaitu teknologi. Deden berpendapat, keberadaan teknologi dan informasi yang mumpuni dapat menunjang peningkatan daya saing. Tentunya, negara-negara ASEAN sudah melakukan persiapannya. “Jadi, negara ini pun, khususnya, Kota Bandung, harus memiliki sistem teknologi yang mumpuni,” tuturnya.

Kedua, lanjut Deden, arus modal yang kuat. Dia berpandangan, kuatnya modal para pebisnis negara-negara tetangga karena tingkat suku bunga perbankan mereka lebih rendah daripada di Indonesia. Ketiga, imbuh dia, adalah masalah tenaga kerja.

Khusus tenaga kerja, jelas Deden, hal itu pun harus disikapi. Salah satu upayanya, katanya, adalah melakukan sertifikasi profesi. Hal itu, terangnya, bertujuan untuk meningkatkan daya saing para tenaga kerja lokal ketika AEC bergulir. Untuk itulah, tegas Deden, pihaknya menggulirkan sertifikasi profesi melalui LSP pada Desember 2015.

Saat ini, ungkap Deden, pihaknya terus melakukan pengkajian tentang sektor dan hal apa saja yang perlu memperoleh sertifikasi. Pengkajian itu, ucapnya, termasuk mempelajari “invasi” apa saja yang dilakukan negara-negara ASEAN, khususnya, ke Kota Bandung, saat gong AEC 2016 berbunyi. “Yang memperoleh sertifikasi, bisa saja koperasi dan korporasi,” sahut Deden.

Namun, imbuh dia, apabila memperhatikan ketiga unsur dalam AEC, ada sektor-sektor yang kemungkinan besar memperoleh sertifikasi, tidak hanya produk, tetapi juga sumber daya manusia (SDM). “Yaitu sektor teknologi-informasi (TI) dan tekstil-produk tekstil (TPT),” tutup Deden.  (ADR)

Sumber : Jabartoday.com

comments powered by Disqus