Jabar Tambah 83.000 Ha Lahan

Ekonomi - 11/03/2014 02:43

BANDUNG-Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Jawa Barat berencana menambah lahan tanam kedelai seluas 83.300 hektare sepanjang 2014.

 

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Tanaman Panngan Jabar Uneef Primadi mengatakan dengan perluasan lahan tanam kedelai 83.300 Ha, total luas tanam kedelai di Jabar meningkat menjadi 95.000 Ha.

 

“dengan perluasan lahan kedelai menjadi 95 Hektare, produksi kedelai tahun ini bakal menignkat menjadi 146.000 ton,” katanya kepada Bisnis, Senin (10/3).

 

Jumlah produksi ini, kata Uneef, jauh lebih tinggi dibandingkan 2013 yang hanya 51.172 ton dari 11.597 ha lahan kedelai yang dimiliki Jabar tahun lalu.

 

Padahal, untuk memenuhi kebutuhan kedelai di Jabar sebanyak 250.000 ton per tahun, luas lahan yang dibutuhkan minimal seluas 100.000 ha.

 

“Impor Kedelai Jabar tahun masih besar karena produksi cuma 51.172 ton. Dengan penambahan produksi menjadi 146.000 ton pada tahun 2014, impor dapat ditekan,” katanya.

 

Menurtunya, upaya perluasan lahan kedelai ini merupakan kerja sama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp117 miliar dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebsar Rp5,5 miliar.

 

Uneef merinci dana APBN Rp117 miliar mampu menambah lahan tanam kedelai seluas 78.100 hektare. Adapun, dari APBD Rp5,5 miliar, luas lahan kedelai bertambah 4.950 ha.

 

“sistemnya yaitu petani diminta untuk membuka lahan tanam kedelai  dan pemerintah akan memberikan bantuan dana untuk mengolah lahan tersebut.”

 

Pemprov memberikan bantuan sebesar Rp2 juta per kelompok tani per hectare, sedangkan dari pemerintah pusat memberikan bantuan Rp1,5 juta per kelompok tani per hektare untuk pembelian benih, pupuk, dan pestisida.

 

Menurut Uneef, petani mulai bersedia menanam kedelai setelah pemerintah menaikan harga pokok penjualan (HPP) kedelai menjadi RP7.400 per kilogram Okrtober tahun lalu.

 

Dengan demikian perluasan lahan tanam kedelai pun lebih mudah dilakukan. Hal ini berbeda ketika HPP belum ditetapkan sehingga petani lebih tertarik menanam komoditas lain.

 

Uneef mengatakan perluasaan areal tanam terbesar dilakukan di Sukabumi dengan tambahan area 18.000 ha, Indramayu seluas 17.000 ha, Cianjur 15.000 ha, Ciamis 10.000 ha, dan daerah-daerah lain seperti Garut, Tasikmalaya, Cirebon, Kuningan, dan Sumedang.

 

Penambahan areal tanam kedelai ini berupa lahan kering dengan porsi 70% dan lahan pesawahan 30%.

 

Untuk mencapai swasembada kedelai, kata Uneef, Jabar masih kekurangan 5.000 ha lahan tanam kedelai.

            SARANA PENDUKUNG

Menurut Uneef, penambahan lahan tanam kedelai ini juga diikuti dengan penambahan dtok benih kedelai sepanjang 2014. Dia mengatakan Pemprov Jabar memiliki cadangan benih kedelai sebesar 3.900 ton tahun ini, meningkat dibandingkan pada 2013 hanya 500 ton.

 

“kunci peningkatan produksi kedelai itu ada ketersediaan benih, gudang penyimpanan beih, dan alat-alat pendukung seperti alat perontok dan pengering khusus benih kedelai,” ujarnya.

 

Sayangnya, kata Uneef, walau pasokan benih bertambah, petani belum memiliki saran dan prasarana pendukung kualitas benih kedelai. Petani Jabar, sambungnya, tidak memiliki gudang menyimpan benih yang ideal dengan persyratan keberadaan fentilasi udara yang cukup serta ukuran gudang yang besar. (k10)

comments powered by Disqus