Industri Minuman Masih Bergantung Buah Impor

Ekonomi - 13/02/2013 03:12

 

JAKARTA, (PR)

            Industri Makanan dan Minuman di Indonesia kesulitan mendapatkan Pasokan Bahan Baku, terutama setelah adanya aturan Pembatasan Impor Holtikultura oleh Pemerintah. Hal ini karena buah-buahan seperti Mangga atau Jeruk lokal tidak masuk Standar Bahan Baku dalam Pengolahan Industri.

            Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman mendukung keinginan Pemerintah untuk memebatasi Impor. Akan tetapi, hal yang perlu diperhatikan adalah Kondisi Hulu yang belum siap sehingga berdampak buruk untuk hilir.

            Belum ada kejelasan antara Hulu dan Hilir, dalam hal ini suplai untuk bahan Baku Industri,” ungkapnya di Jakarta, Selasa (12/2).

            Adhi menuturkan, untuk Produksi Minuman dengan jenis Jus hingga saat ini masih menggunakan Bahan Baku Impor. Selain karena Kualitas buah lokal yang belum memenuhi Standar, Kuantitasnya pun masih menjadi Kendala untuk Industri.

            “Sekarang Jus buah, Konsentrat masih banyak Impor karena dalam Negeri tersedia tapi Kuantitas dan Kualitas belum skala Industri sehingga Kontinuitas tidak bisa diandalkan,” ujarnya.

            Adhi menilai Pemerintah belum ada upaya untuk memperbaiki sektur Hulu. Sangat disayangkan Mangga lokal kalah jika dibandingkan dengan Mangga Filipina.

            “Misalnya ngomongin Mangga, kita jauh sama Filipina, padahal jenis Varietas lebih bagus dari mereka tapi tidak ada skala Industrinya. Jeruk kita enak-enak, tapi tidak skala Industri, hanya skala Industri rumah tangga. Ini harus disadari Pemerintah harus di bangun itu,” tuturnya.
            Untuk itu, Adhi menegaskan, dalam hal ini Pemerintah harus mempersiapkan Regulasi yang dapat menopang dari Hulu ke Hilir. Meski diakui belum menghitung Kerugian akibat Regulasi tersebut, namun Regulasi tersebut cukup menghambat.

 

Nasionalisme

            Sementara itu, mantan Menteri Pertanian, Anton Apriyantono sempat mengatakan jika Indonesia ingin bebas dari Impor buah maka caranya dengan tidak melakukan pelarangan Impor. Cara yang dianggap paling tepat adalah menumbuhkan rasa Nasionalisme Masyarakat untuk mengkonsumsi buah lokal.

            “Agar buah Impor jangan lagi masuk ke Indonesia bukan caranya di larang-larang, tetapi bagaimana menumbuhkan rasa Nasionalisme Masyarakat Indonesia jangan makan buah Impor, lebih baik makan buah lokal asli dalam Negeri,” ujar Anton kepada DetikFinance ditemui di Jakarta Convention Senter (JCC), Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

            Ia mengakui, hal yang menjadi masalah saat ini bukanlah buah Impor, tetapi Industri atau Perkebunan buah di Indonesia masih dalam skal kecil. “Masalah kita kan saat ini masih dalam bentuk Plantation, itu pun kecil-kecil, tersebar lagi, belum lagi Kualitasnya beragam ada yang manis tapi banyak juga yang kecut dengan ada Standar,” ucapnya.

            Apalagi, menurut dia, saat ini buah Impor ini dipilih karena cita rasanya yang di anggap memiliki Standar, termasuk bentuk dan warna yang lebih menarik. “Selama cita rasa buah kita  sejenis masih kalah dengan buah Impor, ya sulit juga ya, ini masalah selera, tidak bisa di paksakan. Yang bisa, ya bagaimana caranya menumbuhkan rasa Nasionalisme antara buah lokal dan Impor, itu kalau mau tidak ada buah Impor lagi,” ucapnya. (A-68/Dtc)***

 

 

comments powered by Disqus