INFORMASI PERDAGANGAN LUAR NEGERI

Ekonomi - 13/10/2015 04:57

APA ITU PERGADANGAN LUAR NEGERI?

Perdagangan Luar Negeri adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain.

 

PROSES TERJADINYA PERDAGANGAN LUAR NEGERI

*          Buyer & Seller bertemu

*          Terjadi kesepakatan antara Buyer & Seller

*          Sales Contract

*          Invoice dari seller kepada buyer (disepakati kedua belah pihak)

*          Purchase Order (isinya tidak bertentangan dgn invoice)

*          Terjadi transaksi Perdagangan

 

KETENTUAN INTERNASIONAL YANG MENGATUR PERDAGANGAN LUAR NEGERI

*          Uniform Custom & Practice for Documentary Credit, ICC Publication No. 600 (UCPDC), Revision tahun 2007.  => mengatur pelaksanaan Documentary Credit / LC.

*          Uniform Rules for Bank to Bank Reimbursements Under Documentary Credit (URR), ICC Publication No.725, Revision tahun 2007. => mengatur pelaksanaan Reimbursement/penagihan.

*          Uniform Rules For Collection (URC), ICC Publication No.522. => mengatur pelaksanaan Dokumen Collection.

*           International Commercial Term Tahun 2000 (INCOTERM), ICC Publication No.460 => mengatur tentang hak dan kewajiban dari eksportir dan importir  dalam perdagangan international menyangkut terms of delivery (syarat-syarat penyerahan barang).

*          International Standard Banking Practice (ISBP) ICC Publication No.645 => mengatur implementasi pelaksanaan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam UCP600.

METODE PEMBAYARAN YANG SERING DILAKUKAN DALAM PERDAGANGAN LUAR NEGERI

 I.      L/C ( Letter of Credit )

ü   Red Clause/Green Clause

ü   Sight

ü   Usance

II.      NON L/C ( Letter of Credit )

ü   Advance Payment (pembayaran dimuka)

ü   Draft Collection (D/P atau CAD)

ü   Draft Collection(D/A)

ü   Konsinyasi (sistem titipan)

ü   Open Account (pembayaran kemudian )

TATA CARA PEMBAYARAN DENGAN L/C

ü  Importir meminta kepada banknya (bank devisa) untuk membuka suatu L/C untuk dan atas nama eksportir. Dalam hal ini, importir bertindak sebagai opener. Bila importir sudah memenuhi ketentuan yang berlaku untuk impor seperti keharusan adanya surat izin impor, maka bank melakukan kontrak valuta (KV) dengan importir dan melaksanakan pembukaan L/C atas nama importir. Bank dalam hal ini bertindak sebagai opening/issuing bank. Pembukaan L/C ini dilakukan melalui salah satu koresponden bank di luar negeri. Koresponden bank yang bertindak sebagai perantara kedua ini disebut sebagai advising bank atau notifiying bank. Advising bank memberitahukan kepada eksportir mengenai pembukaan L/C tersebut. Eksportir yang menerima L/C disebut beneficiary.

ü  Eksportir menyerahkan barang ke Carrier, sebagai gantinya Eksportir akan mendapatkan bill of lading.

ü  Eksportir menyerahkan bill of lading kepada bank untuk mendapatkan pembayaran. Paying bank kemudian menyerahkan sejumlah uang setelah mereka mendapatkan bill of lading tersebut dari eksportir. Bill of lading tersebut kemudian diberikan kepada Importir.

ü  Importir menyerahkan bill of lading kepada Carrier untuk ditukarkan dengan barang yang dikirimkan oleh eksportir.

 

JENIS-JENIS L/C

1.     Revocable L/C

Adalah L/C yang sewaktu-waktu dapat dibatalkan atau diubah secara sepihak oleh opener atau oleh issuing bank tanpa memerlukan persetujuan dari beneficiary.

2.     Irrevocable L/C

Irrevocable L/C adalah L/C yang tidak bisa dibatalkan selama jangka berlaku (validity) yang ditentukan dalam L/C tersebut dan opening bank tetap menjamin untuk menerima wesel-wesel yang ditarik atas L/C tersebut. Pembatalan mungkin juga dilakukan, tetapi harus atas persetujuan semua pihak yang bersangkutan dengan L/C tersebut.

3.     Irrevocable dan Confirmed L/C

L/C ini diangggap paling sempurna dan paling aman dari sudut penerima L/C (beneficiary) karena pembayaran atau pelunasan wesel yang ditarik atas L/C ini dijamin sepenuhnya oleh opening bank maupun oleh advising bank, bila segala syarat-syarat dipenuhi, serta tidak mudah dibatalkan karena sifatnya yang irrevocable.

4.     Clean Letter of Credit

Dalam L/C ini tidak dicantumkan syarat-syarat lain untuk penarikan suatu wesel. Artinya, tidak diperlukan dokumen-dokumen lainnya, bahkan pengambilan uang dari kredit yang tersedia dapat dilakukan dengan penyerahan kuitansi biasa.

5.     Documentary Letter of Credit

Penarikan uang atau kredit yang tersedia harus dilengkapi dengan dokumen-dokumen lain sebagaimana disebut dalam syarat-syarat dari L/C.

6.     Documentary L/C dengan Red Clause

Jenis L/C ini, penerima L/C (beneficiary) diberi hak untuk menarik sebagian dari jumlah L/C yang tersedia dengan penyerahan kuitansi biasa atau dengan penarikan wesel tanpa memerlukan dokumen lainnya, sedangkan sisanya dilaksanakan seperti dalam hal documentary L/C. L/C ini merupakan kombinasi open L/C dengan documentary L/C.

7.     Revolving L/C

L/C ini memungkinkan kredit yang tersedia dipakai ulang tanpa mengadakan perubahan syarat khusus pada L/C tersebut. Misalnya, untuk jangka waktu enam bulan, kredit tersedia setiap bulannya US$ 1.200, berarti secara otomatis setiap bulan (selama enam bulan) kredit tersedia sebesar US$ 1.200, tidak peduli apakah jumlah itu dipakai atau tidak.

 

8.     Back to Back L/C

Dalam L/C ini, penerima (beneficiary) biasanya bukan pemilik barang, tetapi hanya perantara. Oleh karena itu, penerima L/C ini terpaksa meminta bantuan banknya untuk membuka L/C untuk pemilik barang-barang yang sebenarnya dengan menjaminkan L/C yang diterimanya dari luar negeri.

BANK YANG MENERBITKAN L/C DIANTARANYA

1.     BANK MANDIRI

2.     BANK BNI

3.     BANK BRI

4.     BANK BJB

5.     BANK BCA

 

 

comments powered by Disqus