Hadapi AEC 2015 UMKM Harus Punya Daya Saing

Ekonomi - 23/05/2013 12:56

MENGHADAPI momen perdagangan bebas Asean Economic Community (AEC) pada tahun 2015, para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) harus melindungi produk hasil karyanya. Sehingga hal itu bisa membuat UMKM dalam negeri memiliki daya saing.

"Perlindungan atau proteksi terhadap produk UMKM sangat penting, apalagi saat ini kita dihadapkan pada perdagangan bebas Asean Economic Community tahun 2015. Persaingan usaha akan sangat ketat seiring dengan membanjirnya produk impor ke pasar dalam negeri," jelas Ketua Kadin Kota Bandung, Deden Y Hidayat, disela acara workshop peranan hak kekayaan intelektual (HKI) untuk meningkatkan daya saing bagi produk UMKM yang digelar Kadin Kota Bandung bersama Kanwil Kementrian Hukum dan HAM Jawa Barat dan Kadin Jerman di Graha Kadin Kota Bandung, Rabu (15/5).

Dipaparkan Deden, perlindungan terhadap produk UMKM memang sangat penting, baik itu dengan mendapaftarkan produknya di Hak Kekayaan Intelektual (HKI) maupun lainnya. Dengan terdaftarnya produk UMKM di HKI, maka produk UMKM akan terlindungi, sehingga pelaku UMKM pun bisa leluasa memasarkan produknya, baik pemasaran dalam negeri maupun pasar international.

"Produk UMKM harus diproteksi jangan sampai produknya dibajak oleh pengusaha lain. Karena produk Bandung cukup melimpah, tetapi saat ini perlindungannya masih kurang. Banyak produk Bandung yang dibajak," jelasnya.

Selain itu, lanjut Deden, untuk melindungi produk UMKM dalam negeri perlu juga peran serta semua pihak, baik dari pemerintah, akademisi, masyarakat dan lainnya untuk ikut mendorong penguatan UMKM.

"Diharapkan masyarakat dapat menggunakkan produk produk dalam negeri. Harus ada slogan "Aku Cinta Produk Bandung" untuk mendorong pengembangan UMKM," katanya.

Hal senada pun diungkapkan Manager Badan Promosi Pengelola keterkaitan usaha BPPKU Kadin Kota Bandung, Bambang Tris Bintoro. Menurutnya, perlindungan produk UMKM sangat penting dalam menghadapi persaingan yang sangat ketat. Oleh karena itulah pihaknya menggelar acara workshop tersebut dan memberikan insentif pembuatan merek usaha kepada 50 UMKM yang ada di Kota Bandung secara gratis. Hal itu mengingat saat ini kesadaran pelaku UMKM untuk mendaftarkan produknya pada HKI masih kurang.

"Itu bisa mendorong trust suatu produk," katanya.

Sementara itu, Hasbulloh Fudail, Kepala Bidang Pelayanan Hukum Kanwil Hukum dan HAM Jabar mengatakan, HKI merupakan hal yang sangat penting bagi para pelaku UMKM, sehingga hal tersebut bisa melindungi produk UMKM. Bahkan HKI penting untuk pengembangan usaha. Seperti halnya merek usaha, itu sangat penting didaftarkan untuk melindungi produk UKM. Namun hingga saat ini tingkat kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya perlindungan HKI masih kurang.

"Kesadaran untuk mendaftarkan ke HKI masih kurang. Saat ini tidak sampai 5 persen UMKM di jabar ini yang sudah memproteksi produknya dengan HKI," katanya.

comments powered by Disqus