Dunia Usaha Harus Proaktif

Ekonomi - 17/03/2014 02:27

 Merumuskan Capres yang Diinginkan

BANDUNG,(PR).-

Dunia usaha di nilai harus lebih proaktik dalam memilih Presiden 2014, terutama dalam mengajukan hal-hal yang diinginkan dari seorang presiden. Dengan demikian, siapa pun presiden yang terpilih nanti, lebih mendekati sosok ideal yang di perlakukan dunia usaha.

 

“Cara lama yang hanya menunggu kampanye calon presiden ataupun menunggu program ekonomi yang digulirkan presiden terpilih terbukti kurang efektif. Perlu terobosan baru,” ujar pengamat ekonomi, Acuviarta H Kartabi, Minggu (16/3/2014).

 

Ia mengatakan, Kadin atau asosiasi pengusaha di berbagai tingkatan lebih baik proaktif menyodorkan hal-hal yang diharapkan kepada para capres terpilih nanti. Dengan demikian, akan terjadi komunikasi sejak awal.

 

Selain itu, menurut dia, pola demikian juga akan menjadi semacam pembelajaran awalbagi cara capres, hal-hal apa saja yang diperlakukan oleh dunia usaha. Presiden terpilih nanti akan memiliki semacam panduan atau referensi dalam menentukan kebijakannya bagi dunia usaha.

 

“Kalau mau lebih jauh, organisasi-organisasi pengusaha bisa membuat semacam kontrak politik dengan capres yang setuju dengan tuntutan mereka,” katanya.

 

Ketua Umum Kadin Jabar Agung Suryaman Sutisno mengatakan, hal itu sebetulnya sudah ada dalam rencana mereka. Setelah waktu penetapan capres nanti, baik nitu dengan cara audiensi satu per satu ataupun dalam konvensi, pihaknya akan menggali pemikiran dari para capres terhadap pembangunan bidang ekonomi, terutama dalam hal kemandirian ekonomi dan pemerataan hasil-hasil ekonomi.

 

Hasil dari penggalian pemikiran dari para capres nantinya akan dilengkapi dengan data-data track record yang bersangkutan di bidan ekonomi. “Kami tidak menggiring ke pada calon yang mana. Tetapi, hasil dari penggalian tadi akan ditayangkan, menjadi semacam guidence bagi para anggota Kadin Jabar,” katanya.

 

 

Tanya komitmen

Sementara itu, ketua DPP Asosiasi Pengembangan Perumahan Rakyat Indonesia Ferry Sandiyana mengatakan, pihaknya telah berencana untuk mendatangi para capres yang sudah ditetapkan nanti. Pihaknya akan menanyakan komitmen mereka dalam hal perumahan rakyat.

 

“Intinya kami ingin tau, capres mana yang serius komitmennya terhadap perumahan rakyat. Kami menilai ini prlu dilakukan karena dari presiden tak ada yang benar-benar serius menangani perumahan rakyat sekalipun itu amanat UUD 1945. Kalau ada capres yang benar-benar cocok, saya kira puluhan ribu  anggota kami di seluruh Indonesia akan menjadi pendukung capres itu,” katanya.

 

Sementara Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Jabar Deddy Widjaya mengakui, meneliti para capres sejak awal menang merupakan tugas organisasi. Begitu penetapan capres, pihaknya akan segera mencari cara untuk melakukan penelitian para capres.

 

“Hal yang paling krusial bagi kami adalah masalah keseriusan pemimpin nasional dalam meningkatkan daya saing produk nasional. Nanti capres yang paling serius dalam hal ini, akan kami rekomendasikan kepada anggota,”katanya. (A-135)

comments powered by Disqus